Thursday , April 23 2026
Beranda / Featured / PKB: Jika KIB Dan KKIR Bersatu Jadi Koalisi Besar Akan Lebih Rumit
deras.co.id
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid.

PKB: Jika KIB Dan KKIR Bersatu Jadi Koalisi Besar Akan Lebih Rumit

DERAS.CO.ID – Jakarta Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menyebut wacana koalisi besar atau penggabungan Koalisi Indonesia Bersatu dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya sulit untuk terlaksana.

“Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, KIB, Perubahan, jadi kerumitannya ada di situ. Nah, jika nanti berkoalisi atau Koalisi Besar itu bukannya lebih rumit lagi? Ini yang kami pikirkan,” kata Jazilul pada wartawan, Senin (3/4/2023).

Apalagi, kata Jazilul, semua koalisi tersebut belum menentukan capres-cawapres.

“Dari realitas yang ada, faktanya tiap-tiap koalisi yang ada ini, belum mampu untuk memutuskan siapa calon presiden dan wakil presidennya,” kata dia.

Ia mencontohkan bagaimana koalisi yang berisi dua parpol saja kesulitan menentukan capres, apalagi bila ada lima parpol.

“Pengambilan keputusan terkait capres dan cawapres, dengan koalisi yang besar itu pakai ukuran dan standar apa memutuskannya? Orang kami berdua saja kesulitan memutuskan apalagi berlima,” kata dia.

Jazilul menilai wacana Koalisi besar baru pada tingkat elit, belum pada akar rumput.

“Karena, kami juga belum mengonfirmasi kepada cabang kami, DPW kami, dan juga para kiai dan ulama, apakah setuju dengan format seperti itu gitu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jazilul menyatakan wacana koalisi besar parpol mungkin saja terjadi apabila dua ketum Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, yakni Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto sepakat.

“Apakah ini koalisi akan dilebur atau tidak nanti tergantung ketum-ketum partai,” kata Jazilul pada wartawan, Senin (3/4/2022).

Meski demikian, pihaknya mengaku setuju peganggabungan kolisi dengan syarat Cak Imin menjadi capresnya.

“Setyjusaja koalisi besar asal Pak Muhaimin presidennya. Ya karena itu yang menjadi tugas kami sebagai Waketum, bappilu pkb, kalau itu diterima, ayok, dibicarakan, itu lebih baik,” kata dia.

Menurut Jazilul sebelum terbentuk koalisi besar, pasti ada kesepakatan bersama agar masing-masing parpol bisa menaikkan elektablitas.

“Karena apa? Karena masing-masing partai saya yakin, punya motif dan punya keinginan untuk menjaga elektoralnya di pemilu 2024, sekaligus menempatkan kadernya di pasangan calon presiden dan calon wakil presiden,” pungkasnya.

Sumber: liputan6.com

Baca Juga

deras.co.id

Jadwal Seleksi KI Sumut 2026–2030 Disesuaikan, Tahapan Berubah Tanpa Ubah Substansi

DERAS.CO.ID – MEDAN – Jadwal tahapan seleksi calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara …