Ridwan Kamil – Suswono awalnya disiapkan istana untuk melawan “kotak kosong” sebelum ada keputusan MK.
Awalnya di setting hanya melawan calon “boneka Independen”, yang diloloskan melalui rekayasa yang akhirnya terungkap adanya pencurian KTP warga Jakarta.
Saat deklarasi RK-SUS oleh antek-antek istana KIM plus, ini seperti bukan deklarasi calon tapi sudah deklarasi kemenangan, karena 100% RK-SUS pasti menang.
Sampai seorang Fahri Hamzah dengan pongahnya mengatakan RK-SUS ditetapkan saja jadi Gubernur Jakarta, nggak usah ada pemilihan, hemat anggaran.
dan akhirnya kesombongan itu sekarang menuai hasilnya.
Keputusan MK membuyarkan makar mereka.
RK-SUS pun akhirnya gigit jari….. kalah oleh Pramono yang awalnya elektabilitasnya hanya 0,1%.
*
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!