Thursday , April 16 2026
Beranda / Featured / Sambut HGN 2016, Ketua Umum YPSA Berpesan Kepada Guru Indonesia
deras.co.id
Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty berikan sekuntum bunga kepada Pembina YPSA Buya Drs. H. Sofyan Raz, Ak.M.M.

Sambut HGN 2016, Ketua Umum YPSA Berpesan Kepada Guru Indonesia

Dalam rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional 2016 di YPSA, Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty Sofyan Raz menyampaikan beberapa pesan kepada guru-guru Indonesia dan yang terkhusus guru-guru Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah.

Islam meletakkan posisi  dan tugas guru yang melaksanakan pekerjaan tarbiyah nya adalah ditempat yang sangat tinggi dan sungguh mulia. Seluruh waktu yang dikerjakan nya sebagai ibadah disamping sebagai profesi setiap langkah mulai berangkat kesekolah sampai kembali kerumah mendapatkan pahala pada setiap ilmu yang disampaikannya secara hikmah dan ikhlas Semata karena Allah SWT yang merupakan jihad yang paling tinggi, ungkapnya dihadapan para guru sebelum makan siang bersama para guru di Raz Garden YPSA, Jum’at (25/11/16).

Kemudian beliau melanjutkan, “Pada pandangan islam seperti yang kita baca terkandung dalam wahyuNya ayat suci Al-quran seperti:

  • Surat Al-Mujaadalah Ayat 11 yang artinya Allah akan tinggikan derajat orang – orang yang beriman dan berilmu.
  • Surat Al-Nahl Ayat 125 yang artinya Serulah kejalan Tuhan mu wahai Muhammad dengan hikmat bejiksana dan nasehat-nasehat ajaran yang baik dan bahaslah dengan orang – orang yang Engkau serukan dengan cara yang lebih baik.
  • Dan lain – lain yang begitu banyak nya ayat – ayat yang terkandung dalam Al-Quran mengenai pendidikan atau guru”.

Bapak  dan Ibu guru yang saya muliakan dalam islam terdapat 4 martabat guru atau pendidik yaitu:

  1. Mudarris : yaitu guru yang mengajar mata pelajaran sesuai dengan bidang kemahiran nya atau kopetensi akademis yang mereka kuasai.
  2. Mu’alim : yaitu guru yang mengajar mata pelajaran saja dan juga menyampaikan ilmu – ilmu atau wawasan ilmu pengetahuan yang lain.
  3. Mursyid : guru yang menyampaikan ilmu secara umum dan menunjukkkan sekaligus membimbing kejalan yang benar.
  4. Murabbi : guru yang mendidik , memelihara, mengasuh dan memotivasi anak didik nya yang menjadi manusia yang berilmu , bertakwa dan beramal soleh .

Sebagai seorang guru yang beriman dan bertakwa ke 4 ciri – ciri diatas hendaklah di pahami, di hayati dan diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang pendidik khususnya seorang sumber daya manusia di Yayasan Pendidikan Shafiyatul Amaliyyah yang kita cintai ini.

Para guru dan SDM yang saya bangga kan.

Peran kita semuanya bukan hanya saja sebagai guru yang terlibat langsung sebagai pendidik, tetapi kita sangat amat lah berperan dan luas tugas dan tanggung jawab nya. Yaitu :

  1. Menyampaikan Akidah keimanan, tauhid, untuk menghidupkan hati dan kalbu jiwa raga menghubungkan manusia dengan Allah swt yang mengharapkan rahmat dan ridhonya semata.
  2. Menyampaikan ilmu pengetahuan dan kemahiran meliputi Fardhu ain dan Fardhu kipayah menjadi ajas ubudiyah pengabdian diri kepada Allah swt dan hubungan harmoni sesama manusia dan alam.
  3. Membentuk akhlak pribadi mulia supaya menjadi contoh teladan bukan hanya kepada peserta didik siswa tetapi juga kepada orang lain atau makhluk ciptaanNya di alam semesta ini.

Sehubungan nya dengan itu, mari lah sama-sama menghayati nasehat surat lukman Al-hakim Ayat 17 sebagaimana yang digambarkan di Al-quran .

Artinya : Wahai anakku dirikan sholat dan suruh lah berbuat baik serta cegahlah kemungkaran dan bersabarlah atas segala bencana yang menimpa mu , sesungguhnya yang demikian itu adalah perkara yang dikehendaki tetapi berat melakukannya.

Sabdda Rasullullah SAW

Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu ditanya dan diminta pertanggung jawaban nya
(HR.Bukhari).

Bapak dan Ibu guru yang hebat,

Kita memang adalah guru, kita adalah memang pendidik tetapi itu sebagai profesi , ingatlah dan camkan lah pada hakikat nya kita hanyalah murid , kita hanyalah peserta didik maka buanglah pola fikir atau kesombongan yang menegakkan kepala bahwa “ Oh…. Aku kan Guru, Aku kan Sarjana untuk apa Aku belajar”. Bukan sekali-kali tidak. Maka mulai hari ini mari kita rubah paradigma negative tersebut.

Bapak dan Ibu guru yang saya cintai, dalam rangka hari pendidikan ini marilah kita bersama kembali mengintropeksi dan mengevaluasi diri untuk tetap berpegang terhadap motivasi Rasullullah saw. Bahwa hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.

Meskipun kita sebagai guru atau pendidik tetaplah kita selalu belajar terus menuntut ilmu menambah wawasan karena seperti yang saya sudah jabarkan diatas. Kita adalah guru teladan untuk mengantarkan cita-cita sesuai visi-misi YPSA , “We shall Create Golden Generation, Disciplined, relegious, Smart”  yang kita pertanggung jawabkan kepada Allah swt, untuk mencapai kehidupan dunia akhirat.

Demikianlah  selamat hari guru yang ke 71, Sekian uraian yang saya sampaikan mudah-mudahan  ada manfaatnya bagi kita semua,mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati, akhir kata saya ucapkan wabillahitaufiq wallhidayah Wassalamualaikum Wr.Wb.

 

Baca Juga

deras.co.id

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

DERAS.CO.ID – MEDAN – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Gubernur …