Jakarta, Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Effendi dilaporkan karena diduga melanggar kode etik menyebut ‘TNI seperti gerombolan’ saat rapat Komisi I DPR RI.
Effendi dilaporkan Ketum Gerakan Muda Penerus Perjuangan Kemerdekaan (GMPPK) Bernard D Kamang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/2). Tanda bukti pelaporan diserahkan Wakil Ketua MKD DPR Nazaruddin Dek Gam kepada Bernard.
“Pada rapat tersebut, Bapak Effendi Simbolon menyebut ‘TNI kayak gerombolan’. Hal ini diduga melanggar kode etik Bab 2 bagian 1 kepentingan umum Pasal 2 ayat 4 juncto bagian ke 2, integritas Pasal 3 ayat 1, serta Pasal 4 ayat 1, dan Pasal 9 ayat 2,” ujar Dek Gam.
“Serta dugaan adanya upaya penggiringan opini publik memecah belah antara Panglima TNI. Betul, Pak, ya?” ucap Dek Gam.
“Betul,” jawab Bernard.
Dek Gam mengatakan MKD DPR akan melakukan rapat membahas laporan terhadap Effendi Simbolon. Rapat digelar dalam waktu dekat.
“Kami akan segera melakukan rapat, secepatnya,” ujar Dek Gam.
Bernard berharap Effendi Simbolon meminta maaf atas pernyataannya di rapat kerja dengan Kemhan hingga Panglima TNI. Sebab, dia merasa miris dengan pernyataan Effendi.
“Mudah-mudahan Pak Effendi bisa minta maaf kepada prajurit-prajurit itu,” imbuhnya.
PROTES
Sementara itu, sejumlah prajurit TNI juga protes atas pernyataan anggota DPR Komisi I Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan ormas. Video protes mereka beredar di media sosial (medsos).
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa turut memberi respons terkait polemik tersebut. Dia menyatakan bertanggung jawab atas kondisi moril dan keadaan prajurit yang berada di bawah tanggung jawabnya, khususnya prajurit TNI AD yang berada di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.
“Saya sampaikan kepada prajurit saya, terkait adanya komentar bahwa prajurit TNI adalah gerombolan ormas. Bahwasanya prajurit Kodam sejatinya punya satu komando, yaitu asas komando dalam operasi penggunaan kekuatan, kita loyal pada Bapak Panglima TNI,” tegas Mayjen Saleh seperti dilihat di situs Kodam Cenderawasih, Selasa (13/9).
Hal itu disampaikannya di Lapangan Denzipur 10/KYD, Waena, Abepura, Jayapura, Senin (12/9). Dia mengatakan prajurit TNI AD juga loyal terhadap Kepala Staf AD (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman.
Dia mengatakan, prajurit TNI sangat mengedepankan asas kesatuan komando. Dia menegaskan TNI solid dan bekerja untuk menjaga kesatuan bangsa.
Minta Maaf
Komandan Kodim 0623 Cilegon, Letkol Inf Ari Widyo Prasetyo, beserta prajuritnya juga memprotes ucapan Anggota DPR RI Effendi Simbolon soal TNI seperti gerombolan. Ari mengatakan darahnya mendidih mendengar ucapan Effendi Simbolon.
Protes itu disampaikan Ari dan prajuritnya lewat video yang dibuat di Aula Markas Kodim 0623 Cilegon. Dalam video itu, Ari dan prajurit TNI menyatakan mereka tidak terima dengan ucapan Effendi Simbolon dan darah mereka mendidih.
“Dari ujung barat pulau Jawa, kami dengar omonganmu Effendi Simbolon, kau bilang pimpinan kami Panglima TNI-KSAD tidak harmonis, kau bilang TNI gerombolan seperti ormas. Kami tidak terima darah kami mendidih!” katanya dalam video itu seperti dilihat , Selasa (13/9).
Dia mengatakan ucapan Effendi Simbolon melukai perasaan para prajurit TNI. Dia juga menilai Effendi telah mengadu domba Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman.
Dia meminta Effendi Simbolon segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh prajurit TNI. Ari mengatakan seluruh unsur di TNI solid.
Minta Maaf
Dari Sumut juga dilaporkan, Pimpinan dua organisasi tempat berhimpun putra-putri TNI-Polri di Sumatera Utara (Sumut) meminta Effendi Simbolon meminta maaf dan mencabut pernyataannya secara nasional. Tuntutan itu disampaikan PD II GM FKPPI (Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan Putra-putri TNI/Polri) disertai Malahayati PD II GM FKPPI Sumut dan DPD Himpunan Putra-Putri Keluarga Besar Angkatan Darat (HIPAKAD) Sumut.
Hal itu disampaikan dalam satu pernyataan sikap kepada pers di Medan, Selasa (13/9) sebagai reaksi atas pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan dan lebih-lebih Ormas dalam rapat kerja Komisi I DPR RI dengan (termasuk) Panglima TNI di Jakarta, Senin (5/9).
“Panglima (TNI) sebagai ayah kita, bapak kita, dan KASAD juga orang tua kita. Tidak sepantasnya Effendi Simbolon menyatakan sikap seperti menghujat TNI yang kita cintai ini,” ujar Ketua PD II GM FKPPI Sumut Ir Erry Sukartono.
Karenanya, kata Erry, PD II GM FKPPI Sumut mengambil sikap meminta agar Effendi Simbolon meminta maaf secara terbuka kepada TNI atas pernyataannya tersebut.
Sekretaris PD II GM FKKPI Sumut Yan Surya Dharma HR BSc menambahkan, apa yang dilakukan Effendi Simbolon tersebut dianggap sudah merusak stabilitas nasional. “Sebab, kalau TNI hancur Negara ini bubar,” tegasnya.
Yan juga mengatakan, Pak Andika sebagai Panglima TNI dan Pak Dudung sebagai Kepala Staf Angkatan Darat tidak pernah ada berseteru. Oleh karenanya ia meminta jangan ada yang mengisukan (berseteru) seperti itu.
Untuk itu, Yan mengingatkan Effendi Simbolon dalam kurun waktu 3 x 24 jam agar mencabut pernyataannya secara nasional, di Tv nasional. Jika tidak, PD II FKPPI Sumut siap akan menempuh langkah selanjutnya.
Sementara itu, Ketua DPD HIPAKAD Sumut H Tajuddin Hasan menyatakan, sangat keberatan dengan pernyataan Effendi Simbolon yang menyebut TNI seperti gerombolan. “Kita keberatan atas pernyataan Effendi Simbolon yang telah mengadok-adok TNI khususnya Angkatan Darat, dan akan bergerak menuntut itu, mengutuk pernyataan Effendi Simbolon,” ujarnya yang juga sepakat meminta Effendi Simbolon menyampaikan maaf secara terbuka.
“HIPAKAD mengutuk statemen yang telah dikeluarkan Effendi Simbolon kepada TNI orang tua kami,” tambahnya.
Ungkapan kekecewaan terhadap ucapan itu juga dilontarkan Ketua Malahayati PD II GM FKPPI Sumut Medinawati SH.
“Itu seperti memecah belah TNI, sementara di tubuh TNI tetap solid. Kami minta Saudara Effendi Simbolon meminta maaf kepada TNI dan kami sebagai FKPPI,” ujarnya.
Turut mendampingi para pimpinan organisasi tersebut antara lain Sekretaris Wanhat PD II GM FKPPI Sumut Iskandar Marpaung, Komandan Satgas PD II FKPPI Sumut Dedi Andri Nasution, Sekretaris DPD HIPAKAD Sumut Dermawan Purba SSos dan Komandan Satgas HIPAKAD Sumut Sidik Permana.
Tahan Diri
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Hamim Tohari menyatakan pernyataan para prajurit tersebut dibuat bukan berdasarkan instruksi TNI AD.
“Saat ini siapapun bisa menyampaikan dan mengakses apapun melalui medsos,” kata Brigjen Hamim kepada wartawan, Selasa (13/9).
“Tetapi saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut,” tambahnya.
Menurutnya, sikap tersebut muncul karena reaksi spontan atas pernyataan Effendi Simbolon.
“Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan,” katanya.
TNI AD tetap mengimbau para prajurit untuk mengendalikan diri sehingga tidak melakukan perbuatan melanggar hukum.
“Itu sudah pasti (TNI AD beri imbauan),” ucapnya.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!