DERAS.CO.ID – Simalungun – Tabrakan beruntun terjadi di Bulu Pange, Kelurahan Merek, Raya Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun Rabu (24/1) sekira pukul 13.30 WIB, mengakibatkan 6 orang meninggal dunia dan 5 mengalami luka.
Informasi dihimpun wartawan dari warga Leo Purba mengatakan, sebelum kejadian dia hendak memarkirkan sepeda motornya.
Dari arah Raya tiba-tiba muncul mobil truk diduga mengalami rem.blong sehingga menabrak mobil dan sepeda motor yang sedang parkir, ujar Purba.
Berdasarkan catatan SIB, akibat tabrakan beruntun tersebut 6 unit mobil rusak parah, begitu juga dengan 7 unit sepeda motor.
Di dalam mobil Rush warna merah terlihat beberapa penumpang dalam kondisi terjepit di dalam mobil karena tertimpa mobil truk.
Untuk kelancaran arus lalu lintas petugas kepolisian turun ke lokasi mengatur lalu lintas.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan data-data jumlah korban dalam kecelakaan tersebut.
Kasat Lantas Polres Simalungun Iptu Jonni Sinaga didampingi Kanit Laka Iptu Edi Lubis kepada wartawan mengatakan, telah terjadi laka lantas di Bulu Pange Kelurahan Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun antara mobil fuso diduga mengalami rem blong menabrak beberapa unit mobil dan sepeda motor.
Saat ini para korban yang meninggal dunia dan luka-luka sudah dievakuasi. Namun dia belum bisa memberikan nama-nama korban yang meninggal maupun yang mengalami luka.
Sementara itu, Direktur RSUD Rondahaim Saragih dr Henny Pane ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, saat ini ada 6 orang yang meninggal dunia dan sedang berada di ruang jenazah dan 5 orang berada di UGD.
Informasi dihimpun SIB di RSUD Rondahaim Saragih di Batu 20 Kecamatan Panombeian Pane keenam korban yang meninggal dunia atas nama Sri Welpeni Purba, Rosemian Gultom, Elpine Simanjuntak, Sri Juni Eva, Surti Togatorop dan Hary Pardede.
Sedangkan yang mengalami luka atas nama Amru Sihombing, M Alham Naibaho, Nureni Naibaho, Crisyanti Simbolon dan Justina Rotua Sinurat.
5 Guru SMK
Pada kecelakaan beruntun tersebut, dari 6 korban meninggal itu, termasuk lima orang Guru SMK Negeri 1 Siantar.
Kelima guru tersebut atas nama Sri Welpeni Purba, Rosemian Gultom, Elpine Simanjuntak, Sri Juni Eva, Surti Togatorop
Marta Sitompul salah seorang guru di SMK Negeri 1 Panei kepada wartawan di tempat kejadian peristiwa (TKP) menceritakan, para korban yang meninggal tersebut merupakan teman satu profesinya sebagai guru bertugas di SMK Negeri 1 Siantar.
Mereka satu mobil berjumlah 7 orang, namun 2 orang selamat atas nama Crisyanti Simbolon dan Justin Sinurat. Mereka berencana mau melayat ke rumah mertua salah seorang guru ke Raya Usang.
Atas kejadian ini, dianya sangat kehilangan atas kepergian sahabatnya, ujar Marta.
PENGAKUAN KORBAN SELAMAT
Sementara Crisyanti Simbolon dan Justin Sinurat korban yang selamat pada kecelakaan beruntun itu mengaku kejadiannya sangat singkat.
Crisyanti selaku sopir mobil Rush dan Justina Sinurat duduk di samping sopir menceritakan kepada wartawan di RSUD Rondahaim Saragih.
Pengakuan kedua korban yang mengalami luka itu, mereka satu mobil berjumlah 7 orang berangkat dari Pematangsiantar menuju Raya Usang.
Saat di TKP, mereka melihat dua unit mobil fuso beriringan dari arah Raya menuju Pematangsiantar.
Namun mobil truk fuso yang berada di belakang dilihat langsung menabrak mobil warna hitam dan tidak berapa lama mobil truk fuso tersebut menabrak mobil mereka yang sedang berhenti dikarenakan jalanan macet karena sedang ada pesta di lokasi.
Seketika kepala Crisyanti tertimpa atap mobilnya lalu menjerit minta tolong dan diselamatkan oleh warga sekitar. Dia mengaku selamat karena mujizat Tuhan, ujarnya.
Sumber: hariansib.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!