Jakarta, Gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah menimbulkan banyak korban jiwa. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuka pintu untuk bantuan internasional guna mengatasi situasi pasca-bencana. “Saya membenarkan bahwa Pak Presiden membuka ruang bantuan dari luar negeri untuk penanganan gempa Donggala sesuai kebutuhan untuk disampaikan ke Bu Menteri Luar Negeri (Retno LP Marsudi),” kata juru …
Selengkapnya »PM Bangladesh Sebut Otoritas Myanmar Bohong Mengenai repatriasi Rohingya
Dhaka, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyatakan bahwa Myanmar menunda proses repatriasi (pemulangan kembali) para pengungsi Rohingya tanpa sebab. Hal ini disampaikan PM Hasina usai kunjungannya selama dua hari ke Nepal dalam ranga KTT BIMSTEC (Bay of Bengal Initiative for Multi-Sectoral Technical and Economic Cooperation), Blok Ekonomi tujuh negara Asia …
Selengkapnya »Palang Merah Internasional Sebut Myanmar Belum Mau Menerima Pemulangan Warga Rohingya
Coxs Bazaar, Komite Palang Merah Internasional menilai kondisi di negara bagian Rakhine utara, Myanmar belum siap untuk menerima pemulangan ratusan ribu pengungsi Rohingya. Presiden Palang Merah Internasional Peter Maurer mengaku tidak yakin dengan proses pemulangan itu. Hal ini, menurut Maurer, berdasarkan situasi yang ia lihat langsung selama kunjungannya ke Myanmar. …
Selengkapnya »Genosida Rohingya, PM Bangladesh Seru Dunia Internasional Untuk Menekan Myanmar
Dhaka, Perdana Menteri Sheikh Hasina menegaskan kembali seruannya pada komunitas internasional untuk memberi tekanan lebih besar pada pemerintah Myanmar agar memulangkan kembali ratusan ribu pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh setelah menghadapi penganiayaan brutal di negara asal mereka. PM Hasina menyerukan hal itu selama pertemuannya dengan Presiden dan CEO …
Selengkapnya »PBB Terkejut 16.000 Bayi Lahir Dari Kamp Pengungsi Rohingya Di Bangladesh
Lebih dari 16.000 bayi telah dilahirkan di berbagai kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh dalam sembilan bulan sejak kerusuhan memaksa mereka meninggalkan rumah mereka di Myanmar, kata seorang juru bicara PBB pada Kamis (17/5). “Lebih dari 60 bayi Rohingya dilahirkan di kamp pengungsi Bangladesh setiap hari,” kata Wakil Juru Bicara PBB …
Selengkapnya »“Big Boss” Cina Akan Ke Indonesia, Antara Tenaga Kerja, Ekonomi dan Investasi
Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Senin (07/05), guna membahas kerja sama ekonomi dan investasi. Beberapa pihak menganggap investasi Cina mampu mendongkrak ekonomi Indonesia, namun kekhawatiran membanjirnya tenaga kerja dari Cina tampakya akan dimanfaatkan sebagai bahan politik jelang Pilpres 2019. Perdana Menteri Cina, Li Keqiang, …
Selengkapnya »Menlu RI Bertemu 3 Duta Besar, Ini Isi Pertemuannya. . .
Jakarta, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan, Duta Besar Inggris Moazzam Malik, dan Duta Besar Prancis Jean Charles Berthonnet di gedung Kemlu di Jakarta, Kamis (19/4). Pertemuan ini secara khusus dimaksudkan untuk membahas krisis Suriah. “Kami baru saja melakukan …
Selengkapnya »Tentara Myanmar Tebukti Bantai Rakyat Rohingya Dibui 10 Tahun
Yangon, Sebanyak tujuh tentara Myanmar telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara dan harus melakukan kerja paksa di daerah terpencil. Mereka terbukti berpartisipasi dalam aksi pembantaian 10 pria Muslim Rohingya di sebuah desa di Negara Bagian Rakhine pada September lalu. “Tujuh tentara itu telah ditindak karena berkontribusi dan berpartisipasi dalam aksi …
Selengkapnya »Pemerintah Myanmar Ratakan Rohingya dengan Buldoser
Naypyitaw, Otoritas Myanmar mengakui tindakan pihaknya membuldoser desa-desa warga etnis minoritas muslim Rohingya di Rakhine. Namun mereka membantah jika aksi itu bertujuan menghancurkan bukti kekejaman pada Rohingya. Lalu untuk apa? Pekan lalu, Human Rights Watch (HRW) merilis foto-foto citra satelit yang menunjukkan sedikitnya 55 desa di Rakhine diratakan dengan tanah …
Selengkapnya »Warga Rohingya Sengaja Dibuat Kelaparan Oleh Pasukan Keamanan Myanmar
Pemerintah Myanmar sengaja mengondisikan masyarakat Rohingya agar menderita dan pindah ke negara lain. Warga Rohingya dibiarkan hidup kelaparan. Ini menurut pernyataan Amnesty International beberapa hari lalu. Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut menyatakan, pemusnahan etnis terus berlanjut terhadap orang Rohingya. Hampir 690.000 orang di antaranya telah meninggalkan Myanmar sejak negara …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!