Salah satu partai besar di Premier League musim ini telah berakhir dengan hasil seri tanpa gol. Liverpool menjamu Manchester United di Anfield dan kedua tim bermain sangat alot. Hasil akhirnya 0-0 dan kedua tim bisa pulang membawa satu poin.
Jika melihat taktik yang diplot oleh kedua manajer, Anda bisa menyaksikan bagaimana taktik parkir bus yang dipopulerkan oleh Sam Allardyce dan Jose Mourinho itu sukses diterapkan bersama.
Istiah parkir bus merujuk kepada formasi tim di pertandingan di mana mayoritas pemain akan turun bertahan ketika lawannya menyerang. 7, 8, atau bahkan sampai 10 pemain bisa terlihat di daerah pertahanan sendiri jika sebuah tim memakai taktik ini.
Dengan menggunakan referensi seperti di atas, tim mana sajakah yang telah sukses menerapkan taktik parkir bus?
1. Italia vs Belgia

Untuk taktik ultra defensif macam parkir bus itu, Italia masih menjadi tim terdepan. Mereka bisa dikatakan sebagai para master dalam penggunaan taktik pertahanan berlapis-lapis. Istilahnya memang bukan memakai kata bus.
Catenaccio atau taktik gerendel telah menjadi ciri khas timnas negeri piza ini. Di Euro 2016, Antonio Conte mempertunjukkan bagaimana para master melakukannya, walau pada akhirnya tak bisa menjadi juara.
2. Chelsea vs Manchester United

Pertandingan putaran keenam FA Cup ini bisa dibilang menjadi salah satu momen di mana Chelsea sukses menjalankan taktik parkir bus. Manchester United terlihat bermain lebih terbuka. Pertahanan mereka menyisakan celah yang kemudian dimanfaatkan Demba Ba.
Pertahanan Chelsea sendiri sebenarnya tidak terlalu rapat. Taktik parkir bus mereka belum sempurna. Namun, tetap saja pada akhirnya The Blues menang tipis 1-0.
3. Bayern Munchen vs Arsenal

Baik Pep Guardiola maupun Arsene Wenger tampaknya sudah terbiasa bertemu dengan tim yang memarkir bus. Mereka lalu memutuskan untuk ikutan parkir. Arsenal tak punya banyak pilihan ketika harus bermain di kandang Bayern Munchen. The Gunners terlihat menempatkan sekurangnya delapan pemain ketika gol Munchen terjadi.
Di sisi lain, gol Arsenal juga bukan karena penjagaan lawannya terbuka. Ada tujuh pemain Munchen di dalam area kiper, namun gol tetap tak bisa dihindarkan.
4. Liverpool vs Manchester United

Partai pertemuan dua tim ini bisa dibilang sebagai upaya parkir bus bersama untuk berbagai poin. Baik Jurgen Klopp dan Jose Mourinho pastinya mengincar tiga poin. Namun, transisi formasi pemain mengisyaratkan bahwa kedua tim tak ingin berspekulasi untuk bermain secara terbuka.
Hasilnya adalah taktik yang mirip dipakai dua tim yang bertemu di lapangan. Bahkan pemain lini depan macam Marcus Rashford bisa terlihat di dekat gawang David De Gea ketika Liverpool menyerang. Hal yang sama juga terlihat ketika United melakukan serangan balik.
5. Atletico Madrid vs Barcelona

Bukan hal yang kebetulan atau keajaiban ketika Atletico bisa menjadi juara La Liga musim 2013/14. Diego Simeone bahkan telah lebih dulu menerapkan formasi macam ini. Sebelum Jose Mourinho menuduh West Ham memainkan sepak bola abad ke-19, sementara Sam Allardyce menuduh Chelsea memarkir bus, Atletico kerap melakukannya.
Biasanya taktik semacam ini terlihat jelas ketika Atleti bertemu Barcelona atau Real Madrid. Video di atas diunggap tahun 2013 dan di dalamnya terlihat jelas bahwa Atletico sukses membendung serangan Barca.
Sumber : www.ftb90.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!