Di tengah perlambatan ekonomi yang melanda Indonesia dan negara-negara sekitarnya, tetap harus ada keyakinan bahwa usaha kecil dan menengah memunyai harapan tumbuh. Apalagi, realisasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) segera datang dalam hitungan bulan.
Lantaran harapan itulah, menurut Achmad Zaky, CEO dan Co-Founder Bukalapak.com, hari ini, para wirausaha mesti mengembangkan ide kreatif dan mencari solusi menghadapi pasar.
Salah satu yang bisa dijadikan peluang, kata Zaky adalah internet dengan jaringan media sosial yang menunjukkan tren yang terus naik bahkan melesat. “Internet dan media sosial bisa dimanfaatkan secara maksimal sebagai medium bisnis. Jika ditekuni secara serius bisa berubah menjadi mesin pencetak uang,” katanya.
Usaha mikro binaan Citi yang memanfaatkan waluh sebagai penganan olahan dengan merek Geplak Waluh Bu Nanik Getasan. Berbasis di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, usaha ini mengolah waluh menjadi emping, stik, bakpia, wingko, kwaci, sirup, dan kripik waluh. Pelaku usaha memanfaatkan alamat surat elektronik geplakwaluhbunanik@yahoo.co.id dan blog geplakwaluh.wordpress.com untuk perluasan pemasaran.Kini, imbuh Zaky, pembenahan infrastruktur internet di Indonesia berjalan cukup baik. Diperkirakan pemakai internet jumlahnya sekarang mencapai angka 82 juta orang atau sekitar 30 persen dari total penduduk di Indonesia. Jumlah ini akan semakin meningkat dan menjadi parameter tingkat melek teknologi di kalangan masyarakat Indonesia yang semakin membaik.
Salah satu usaha mikro binaan Citi adalah Kiebae asal Wonosobo, Jawa Tengah. Usaha ini berkonsentrasi pada biji salak yang dijadikan bahan minuman. Usaha ini mengembangkan diri melalui laman www.kiebae.com .
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!