Saturday , September 12 2026
Beranda / Saintek (halaman 106)

Saintek

Adakah Tempat Tanpa Kehidupan di Bumi?

KOMPAS.com — Di Gurun Atacama di Cile utara, sepertinya tidak akan ada makhluk yang bisa bertahan hidup. Bagaimana tidak? Ini adalah salah satu tempat paling kering di permukaan Bumi. Pada salah satu bagiannya bahkan tidak terjadi hujan dalam 50 tahun. Tidak setetes pun. Alonso de Ercille, seorang penyair, pada 1569 menulis, “Menuju …

Selengkapnya »

ALS dan Cerita tentang Jiwa yang Terpenjara dalam Tubuh Kaku

KOMPAS.com – Bayangkan jika pikiran dan hasrat masih membara namun Anda terpenjara dalam tubuh kaku, tubuh yang bahkan tak cukup punya kekuatan otot guna menggerakan mulut untuk bicara dan menelan makanan, seperti fisikawan Stephen Hawking.  Tersiksa karena terus diam, stres sebab mesti menahan segala keinginan, dan terisolasi karena tak bisa berkomunikasi. …

Selengkapnya »

Memburu Jejak Sang Ratu Kidul

KOMPAS.com –  Pantai selatan Jawa diyakini berulang kali dilanda tsunami raksasa dengan periode perulangan 675 tahun. Namun, bukti-bukti sejarah yang tercatat sangat minim. Oleh karena itu, dibutuhkan metode lain untuk membuktikannya, salah satunya melalui penggalian deposit tsunami yang tertinggal di dalam tanah.  Metode penggalian deposit tsunami pada masa lalu atau dikenal …

Selengkapnya »

Trompet dari Langit, Suara-suara Misterius Bumi, dan Penjelasannya (1)

KOMPAS.com – Lepas dari kemungkinan bahwa suara trompet misterius yang bikin heboh akhir-akhir ini sengaja dibuat, fakta bahwa Bumi menghasilkan bunyi tidak terbantahkan. Percaya atau tidak percaya, Bumi kita memang bicara. Salah satu suara paling misterius disebut hum. “Suaranya mirip dengungan. Seperti bunyi mesin yang terdengar dari kejauhan,” ungkap Thomas Djamaluddin, Kepala …

Selengkapnya »

Benarkah Alam Semesta Kita Berbentuk Trompet?

KOMPAS.com — Seiring hebohnya isu suara mirip trompet yang diklaim berasal dari langit, muncul juga informasi yang menyatakan bahwa bentuk alam semesta kita juga menyerupai trompet.  Mungkin indah bila alam semesta kita memang berbentuk mirip alat musik itu. Namun sayangnya, kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), informasi itu …

Selengkapnya »

Indonesia Mengubah Pandangan Ilmu Arkeolog Dunia

Peneliti senior arkeologi prasejarah dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Profesor Truman Simanjuntak, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia masih mempunyai banyak temuan-temuan yang terpendam di dalam tanah.  “Satu waktu dengan penelitian yang intensif kita akan mendapatkan lagi penemuan-penemuan besar,” katanya.  Hal ini disampaikannya dalam seminar “Indonesia Sebagai Tapak Temuan Ilmiah Akbar Dunia” …

Selengkapnya »

Mengapa Manusia Harus Kreatif? Mungkin Alasannya agar Dapat Jodoh

KOMPAS.com — Bagaimana awalnya manusia menjadi makhluk kreatif? Mengapa harus menjadi kreatif? Josephine CA Joordens, peneliti post-doktoral dari Universitas Leiden di Belanda, mengungkapkan bahwa alasan tumbuhnya kreativitas mungkin tak jauh-jauh dari mencari jodoh. Joordens menyampaikan hal itu di sela presentasi tentangpenemuan ukiran cangkang tertua di dunia dalam acara ulang tahun ke-25 Akademi …

Selengkapnya »

Katak Indonesiensis, Simbol Kebangkitan Nasional Indonesia

KOMPAS.com — Tahun 2003, lewat survei keanekaragaman amfibi dan reptil, peneliti katak Indonesia mengoleksi katak unik. Jenis itu punya titik-titik hitam di bagian ventral tangan dan selaput kakinya.  Dua tahun kemudian ketika mengadakan penelitian di Sungai Durian, Sumatera Barat, peneliti kembali menemukan jenis itu. Tim peneliti lalu mengoleksi dan membawa katak itu …

Selengkapnya »

Alat Batu Berusia 3,3 Juta Tahun Ditemukan

KOMPAS.com — Peralatan batu berusia 3,3 juta tahun telah ditemukan di tepi Danau Turkana di Kenya, sebut sejumlah peneliti dari Perancis dan Belanda. Temuan tersebut mengejutkan karena peralatan itu 700.000 tahun lebih kuno dari peralatan batu yang telah ditemukan, bahkan lebih tua dari manusia spesies Homo habilis. Artinya, kata para peneliti sebagaimana …

Selengkapnya »

Ketahuilah, Dunia Bisa Terang Benderang dengan Kentang!

KOMPAS.com – Tumbuk, rebus, bakar atau goreng? Mungkin Anda punya kesukaan sendiri bagaimana kentang Anda disajikan. Tapi Haim Rabinowitch lebih senang jika kentang untuknya dicincang. Dalam beberapa tahun terakhir, Rabinowitch -seorang peneliti- dan beberapa rekannya sedang mencoba ide ‘tenaga kentang’ untuk menghasilkan energi agar orang-orang dapat berhenti berlangganan listrik. Tancapkan sepasang …

Selengkapnya »