KOMPAS.com — Ilmuwan menemukan cara memperkirakan waktu kematian yang lebih akurat. Cara baru tersebut memungkinkan ilmuwan menetapkan waktu kematian hingga 10 hari setelah meninggalnya seseorang. Hasil temuan yang dipaparkan dalam pertemuan tahunan Society of Experimental Biologi di Praha pada Rabu (1/7/2015) itu merupakan terobosan berarti. Selama ini, waktu kematian ditetapkan dengan pengukuran …
Selengkapnya »Spesies Baru Semut Drakula Ditemukan di Madagaskar
KOMPAS.com — Peneliti menemukan enam spesies semut drakula baru yang belum pernah teridentifikasi sebelumnya. Para ilmuwan dari California Academy of Sciences menemukan spesies semut drakula baru di Madagaskar dan Seychelles. Semut dengan kelompok genus Prionopelta ini dinamakan drakula karena semut ini mendistribusi nutrisi dalam tubuhnya dengan melukai dan mengisap darah semut …
Selengkapnya »Ditemukan Danau Misterius di Permukaan Satelit Saturnus
KOMPAS.com — Satelit Planet Saturnus, Titan, adalah rumah bagi laut dan danau yang penuh dengan hidrokarbon cair. Bagaimanakah proses pembentukan lubang-lubang di permukaan tersebut? Sebuah studi terbaru berdasarkan data dari misi gabungan National Aeronautics and Space Administration (NASA) bersama dengan European Space Agency (ESA), misi Cassini, menunjukkan, proses peleburan permukaan Titan …
Selengkapnya »Inilah Pesawat yang Akan Membawa “Astronot” Pertama Indonesia ke Antariksa
KOMPAS.com — AXE Apollo Space Academy (AASA) National Space Camp yang digelar oleh salah satu produsen pewangi pria akan memberangkatkan 23 “astronot” ke antariksa. Salah satu astronot itu berasal dari Indonesia, namanya Rizman Adhi Nugraha. Pria kelahiran “Negeri Laskar Pelangi” ini bakal menjadi astronot pertama Indonesia jika program ini berjalan sukses. …
Selengkapnya »Teka-teki di Balik Gelombang Panas Mematikan di Asia Selatan
KOMPAS.com — Ilmuwan di India dan Pakistan mengatakan bahwa temperatur tinggi hanyalah salah satu faktor di balik gelombang panas mematikan akhir-akhir ini. Menurut mereka, tekanan udara, kelembaban tinggi, dan absennya angin juga memicu panas yang luar biasa. Mereka tidak tahu mengapa hal seperti itu terjadi kali ini. Prakiraan temperatur menyatakan bahwa puncak …
Selengkapnya »Kutu Milenium yang Menggegerkan
KOMPAS.com – Sebelum tahun 2000 menyingkat angka tahun dengan hanya menuliskan dua digit terakhir sudah menjadi hal yang biasa. Hal serupa juga terjadi dalam dunia komputer pada awal perkembangannya, para pemrogram bahasa komputer era sebelum tahun 1970-an sengaja menghilangkan dua digit pertama. Langkah yang diambil para pemrogram ini bertujuan untuk …
Selengkapnya »Ikan Sekaligus Plastik di “Gyre” Samudera Hindia Disurvei
KOMPAS.com – Peneliti dari 12 negara, termasuk Indonesia, akan bekerjasama meneliti arus skala besar Samudera Hindia. Penelitian dilakukan dengan Kapal Riset Fridjoft Nansen Norwegia yang dioperasikan oleh Badan Pangan Dunia (FAO). Riset akan dilakukan mulai 26 Juni 2015. Kapal akan berlayar lebih dahulu dari Tanjung Priok, melewati Selat Sunda hingga …
Selengkapnya »Fenomena Langit Berkah Ramadhan, Bulan Menari di Sekitar Venus dan Jupiter
KOMPAS.com – Fenomena langit menarik akan terjadi sepanjang bulan Ramadhan tahun ini. Bulan akan menari di sekitar planet Venus dan Jupiter. Tentu saja, bulan tak secara harfiah menari. Bulan di sini dikatakan menari karena tampak mengelilingi planet Jupiter dan Venus. Fenomena itu tak bisa disaksikan langsung dalam semalam, hanya bisa …
Selengkapnya »Gurita Paling Imut Sedunia Ditemukan, Beginilah Wajahnya…
KOMPAS.com – Kalau ada di antara Anda yang ingin membuat film animasi ataupun komik, gurita spesies baru yang dideskripsikan oleh Stephanie Bush dari Monterey Bay Aquarium Research Institute mungkin layak jadi tokohnya. Gurita itu begitu lucu hingga mungkin Anda bisa merasa gemas dan ingin mencubitnya. Warna tubuhnya merah jambu. Bagian …
Selengkapnya »Gerak Bumi Melambat, Dulu Sehari Semalam Cuma 23 Jam
KOMPAS.com — Anda berpikir bahwa sehari semalam sepanjang sejarah kehidupan itu selalu sama? Kalau ya, Anda salah. Waktu sehari semalam yang ditentukan berdasarkan waktu yang dibutuhkan untuk Bumi dalam melakukan satu rotasi pada porosnya ternyata bervariasi. Ilmuwan mengetahui variasi itu lewat penelitian puluhan tahun dengan teknik very-long baseline interferometry (VLBI). Intinya, …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!