Saturday , September 12 2026
Beranda / Saintek (halaman 114)

Saintek

Satelit Resolusi Tinggi Dukung Swasembada Pangan

JAKARTA, KOMPAS.com — Pencanangan pemerintah mencapai swasembada beras mensyaratkan dukungan penataan lahan pertanian dan pengelolaan kawasan persawahan. Untuk memantau potensi luasan lahan dan pertumbuhan padi, diterapkan teknik penginderaan jauh dengan satelit resolusi tinggi. Demi memperoleh citra penginderaan jauh itu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bermitra dengan Airbus Defense and Space …

Selengkapnya »

Dalam Saput Kabut Kelud, Makna di Balik Petaka yang Melumpuhkan Jawa

KOMPAS.com — Tepat setahun yang lalu, warga Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang harus memberikan ruangnya untuk aktivitas Gunung Kelud. Tujuh tahun “tidur”, 13 Februari 2014 lalu gunung setinggi 1.731 meter itu menggeliat dan bangun. Dalam kurun waktu singkat, status Kelud naik dari Awas menjadi Siaga. Dentuman erupsi disertai kilatan petir dan …

Selengkapnya »

Lubang Hitam Terbesar dari Masa Bayi Jagat Raya Ditemukan

KOMPAS.com – Astronom menemukan lubang hitam terbesar dari masa bayi jagat raya. Lubang hitam itu terbentuk hanya 900 juta tahun setelah Big Bang. Lubang hitam tersebut berukuran 12 miliar kali lebih masif dari Matahari. Dengan ukuran itu, lubang hitam tersebut jauh lebih masif dari lubang hitam kuno (terbentuk saat usia alam …

Selengkapnya »

Ada Materi Gelap di Semesta yang Diklaim Bisa Memicu Kepunahan Massal di Bumi

KOMPAS.com — Kepunahan massal di Bumi diduga terjadi secara periodik, setiap 25-30 juta tahun. Profesor biologi dari New York University, Michael Rampino, mengungkapkan bahwa kepunahan massal tersebut berhubungan dengan materi gelap. Materi yang tak kasatmata itu diduga berkontribusi pada kepunahan dinosaurus dan akan berperan dalam kepunahan-kepunahan massal yang mungkin bakal terjadi jutaan …

Selengkapnya »

Patung Kuno Simpan Mumi Biksu yang Mati Memumifikasi Diri Sendiri

KOMPAS.com — Peneliti dari Museum Drents di Belanda membuat temuan mengejutkan dengan mengungkap adanya mumi biksu berusia 1.000 tahun dalam sebuah patung Buddha kuno dari Tiongkok. Dalam posisi bersila, mumi tersebut sangat pas dengan patung yang membungkusnya. “Dari luar, mumi tampak seperti patung Buddha yang lebih besar. CT scan mengungkap, ada mumi biksu …

Selengkapnya »

Pada Masa Dinosaurus, Hidup Mamalia Pemanjat Pohon Bergigi Sekop

KOMPAS.com – Masa dinosaurus mungkin bukan waktu terbaik bagi mamalia untuk hidup. Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa saat itu mamalia juga sudah beragam. Kamis (12/2/2015) dalam publikasi di jurnal Science, ilmuwan mengumumkan penemuan fosil mamalia pemanjat pohon dengan gigi menyerupai sekop serta mamalia penggali lubang yang berukuran sebesar tikus saat ini. Kedua …

Selengkapnya »

Kerangka Lemur Raksasa Ditemukan di Madagaskar

Ratusan kerangka hewan baru-baru ini ditemukan di dalam Gua Aven, yaitu sebuah gua bawah laut yang berada di Taman Nasional Tsimanampetsotse, Pulau Madagaskar. Di dalam gua tersebut, ditemukan banyak sekali kerangka hewan sejenis lemur, burung, kura-kura, buaya, dan spesies lainnya. Kerangka yang paling banyak ditemukan adalah kerangka lemur dan bahkan …

Selengkapnya »

Riset Fisika Terbaru: Dunia Tidak Punya Awal dan Akhir

KOMPAS.com — Kajian terbaru fisikawan Kanada dan Mesir menyatakan bahwa dunia tidak mengenal awal dan akhir. Big bangtidak pernah ada. Ahmed Farag Ali dari Zewail City of Science and Technology di Mesir dan Saurya Das dari University of Leithbridge di Kanada menemukan kenyataan itu ketika berupaya mempelajari singularitas, obyek mampat sangat kecil saat big bang terjadi.  …

Selengkapnya »

Kuil Kuno untuk Meramal Masa Depan Ditemukan

KOMPAS.com – Setidaknya ada tiga kuil yang berasal dari 30.000 tahun lalu ditemukan di benteng pada puncak bukit Gegharot, Armenia. Pejabat setempat serta tim arkeolog yang terlibat mengungkap bahwa kuil itu digunakan untuk praktek meramal dan dipercaya dapat memprediksi masa depan.   Masing-masing dari tiga kuil terdiri dari satu bilik kamar …

Selengkapnya »

Makhluk Cantik Ditemukan Setelah 8 Tahun Tersembunyi di Museum

KOMPAS.com – Ilmuwan Scripps Institution of Oceanography di University of California di San Diego dan Western Australia Museum (WAM) menemukan naga laut baru, Phyllopteryx dewysea. Naga laut itu berbeda karena susunan DNA, tulang, dan warna merahnya. Dua jenis naga laut lainnya punya warna oranye dan kuning hingga ungu.  Awalnya, ilmuwan menganalisis DNA …

Selengkapnya »