Tuesday , May 26 2026
Beranda / Edukasi / Drs. H. Samin Pane, MA: Dunia Merupakan Jembatan Menuju Hidup Kekal di Akhirat
shafiyyatul.com

Drs. H. Samin Pane, MA: Dunia Merupakan Jembatan Menuju Hidup Kekal di Akhirat

Ustadz Drs. H. Samin Pane MA dalam khutbah Jum’atnya (15/4-’16) siang ini di Masjid Shafiyyatul Amaliyyah,Jl.Setiabudi 191 Medan mengatakan perlunya Keseimbangan dalam hidup ini. Tak hanya hubungan vertikal kepada Allah saja, namun hubungan horizontal kepada sesama manusia juga tak boleh diabaikan. Sebagaimana sabda Rasul: “Beramallah kamu untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya, sebaliknya beramallah kamu untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati besok.

Ustadz Samin Pane juga membacakan ayat Al-Qur’an dalam Surah Al Jumu’ah:10 yang artinya:

Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sering-sering (banyak-banyak) supaya kamu beruntung.

“Islam bukan satu agama yang tak menginginkan/memperbolehkan ada perubahan, tapi Islam justru sebagai promotor sebuah perubahan,”imbuh Ustadz ‘Sampan’ .

Hanya saja, lanjut beliau, Islam menginginkan perubahan kearah yang lebih baik, yakni perubahan diri dalam ketaatan kepada Allah dan menghasilkan output yang menguntungkan, diantaranya dengan kerja ikhlas, kerja keras dan kerja cerdas serta fokus dalam mengikuti berbagai kesempatan/kegiatan yang ada agar dapat meraih kesuksesan dunia akhirat.

Itu makanya kita selalu memohon kepada Allah dengan do’a, Robbanaa aatinaa fid dun-ya hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaabannaar. Ya Allah berilah kami kebaikan berupa kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Kalau, saat di dunia, ini ibarat merupakan suatu jembatan menuju hidup kekal di akhirat kelak. Dunia itu umpama ladang tempat kita bercocok tanam, menyemai benih dan mengutip hasil dengan jangka pendek. Sedangkan tujuan jangka panjang sebenarnya adalah Yawmil akhir saat dimana hasil bekal amal yang kita kumpulkan selama hidup akan mendapat balasan yang lebih baik. Ketika mati pun kita tak bisa membawa harta kecuali hanya kain kafan putih yang menandakan agar hendaknya hati kita senantiasa putih walau sedang hidup kaya atau pun hidup susah dan miskin.Jangan lupa apalagi takut memberi karena sungguh apa yang kita miliki saat ini pun semua pemberian dari Allah.

Jadilah hidup kita indah karena bahagia, dan berbahagia karena di hiasi keindahan.

Berbahagia hari ini karena membawa kebaikan, dan kebaikan yang selalu membawa kebahagiaan.

Lebih baik kita tetap tersenyum karena sebuah kebaikan, namun lebih baik jika kita tetap terlihat baik dan tersenyum kepada semua orang.

Hidup ini harus optimis menghadapi rintangan, dan menghadapi rintangan dengan penuh optimis.

Hidup ini tak sulit, kecuali kita yang mempersulit. Hadapi kesulitan dengan hati yang lapang.

Dan, Syukuri apa yang ada, agar hati tetap ikhlas bersyukur kepada Allah.

Jika kita tak punya jalan besar biarlah tak apa punya jalan setapak untuk di lalui.

Walau matahari begitu terang tak sanggup kita miliki, biarlah dengan lilin kita masih bisa menerangi.

Jika memberi tetaplah tak boleh putus dengan do’a, dan tetaplah berdo’a agar rezeki tak ada putusnya.

Selanjutnya ustadz menambahkan, semoga saja kita bisa bertabayyun, yaitu senantiasa mengevaluasi dan introspeksi diri dalam setiap TIGA keadaan:

01. Sebelum melakukan sesuatu
02. Sedang/tatkala melakukan sesuatu, dan
03. Ketika telah melakukan sesuatu

Semua itu perlu dilakukan, agar pekerjaan kita tidak sia-sia dalam menjalani kehidupan. Sebuah kehidupan yang dirahmati, hidup berpasang-pasangan sesuai syari’ah, bukan hidup sejenis, itu namanya menyalahi kodrat dan sudah dibuktikan Allah pada kaum Luth yang ditenggelamkan Allah semua penduduknya yang hidup serumah dan melakukan hubungan ‘terlarang’ dengan satu jenis.

Semoga kita bisa mengambil hikmah atas semua yang terjadi dari ciptaan Allah ini dan tentunya tidak sia-sia karenanya, demikian khutbah Jum’at di akhiri ustadz Samin Pane.

Baca Juga

deras.co.id

SMP YPSA Ukir Prestasi Global Lewat Ajang Penelitian Internasional WYIE 2026, Raih Medali Emas dan Perak

DERAS.CO.ID – Delegasi siswa-siswi SMP Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Medali …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *