Monday , June 8 2026
Beranda / Edukasi / Galang kerjasama pendidikan kehutanan, lembaga pendidikan Indonesia dan Jepang tandatangani MoU

Galang kerjasama pendidikan kehutanan, lembaga pendidikan Indonesia dan Jepang tandatangani MoU

 

 

 

Dalam upaya mendorong kerjasama di bidang kehutanan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Kehutanan RI dengan Sakado High School Jepang telah sepakat untuk bekerja sama dalam bidang pertukaran pendidikan. Pada tanggal 19 Maret 2013, Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara kedua institusi tersebut ditandantangani di KBRI Tokyo, masing-masing oleh Dr. Agus Justianto (Kapusdiklat Kementerian Kehutanan RI) dan Dr. Morihiro Kato (Sakado High School). Acara penandatanganan ini disaksikan pula oleh Dr. Tachrir Fathoni (Kementerian Kehutanan RI), Dr. Teruo Higashi (University of Tsukuba), beberapa pejabat dari BUMN Perwakilan Tokyo, wakil organisasi/lembaga, serta beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempun pendidikan pascasarjana jurusan Kehutanan di Jepang.

Nota Kesepahaman tersebut antara lain menyepakati program pertukaran guru dan siswa, kerjasama penelitian dan pertemuan ilmiah bersama, pertukaran informasi, publikasi dan materi untuk tujuan pendidikan (sister school program). Dalam sambutannya atas nama Duta Besar Muhammad Lutfi, Wakil Kepala Perwakilan RI Tokyo, Jonny Sinaga, menyampaikan bahwa KBRI Tokyo menyambut baik penandatanganan Nota Kesepahaman dimaksud. Ditekankan bahwa pelaksanaan kesepakatan nantinya merupakan aspek yang harus dimaksimalkan, sehingga MoU ini dapat memberikan kontribusi terbaik bagi upaya konservasi hutan, khususnya hutan di Indonesia yang berfungsi penting sebagai paru-paru dunia.

Sementara itu, Dr. Fathoni, yang merupakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU menunjukkan komitmen kuat dari Indonesia dan Jepang untuk meningkatkan kualitas pendidikan kehutanan di Indonesia yang berstandar internasional. Disebutkan bahwa kualitas yang baik antara kedua lembaga pendidikan merupakan hal penunjang terwujudnya kerja sama ini.

Sakado High School merupakan afiliasi University of Tsukuba, salah satu universitas terbaik di Jepang yang telah menghasilkan tiga pemenang hadiah Nobel. Pada tahun 1994, sekolah ini menjadi prototipe Kementerian Pendidikan Jepang (MEXT) untuk reformasi pendidikan menengah atas. Berlokasi di Saitama (sekitar 60km barat laut Tokyo), Sakado High School memfokuskan pendidikan jurusan biologi/lingkungan hidup, informatika, komunikasi, dan sosiologi. Dr. Kato menambahkan bahwa sekolah ini juga berkomitmen dalam pelaksanaan pendidikan berstandar internasional, antara melalui program international studies dan riset isu-isu internasional, sehingga hal ini bisa memperkaya kerja sama antara Sakado High School dengan Pusdiklat Kemhut RI nantinya.

(KBRI Tokyo/hut/pen)

Delegasi Universitas Pendidikan Indonesia Hadiri Simposium Internasional di Nara-Jepang

Universitas Pendidikan Indonesia , Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mengirimkan delegasi untuk mengikuti The 7th International Symposium on Advance in Technology Education (ISATE) 2013 yang bertema “Engineering Education for Technological Innovation –Globalization, Collaboration, and Succession” yang bertempat di Nara-Kansai, Jepang. Simposium yang berlangsung pada 25-27 September 2013 dihadiri oleh 7 negara yaitu Jepang, Singapura, Hongkong, Indonesia, Finlandia, Taiwan, dan Irlandia. Sebanyak 95 Paper yang terseleksi sebelumnya dipresentasikan dalam beberapa kategori pada Simposium tersebut, antara lain Oral Presentasion, Workshop, Booth Presentation, Poster Presentation, dan Student Poster Presentation.

 

Delegasi dari Indonesia yang berasal dari Universitas Diponegoro, Dosen arsitektur yaitu Wijayanti, dan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Komputer, yaitu Aan Agustan dan merupakan partisipan termuda dalam Simposium tersebut. ISATE 2013 yang berlangsung selama 3 hari bermulai dengan campus tour yang berlokasi di Nara National College of Technology, mengamati pembelajaran dalam bidang “Observation of Astronomical Class, Observation of the Experiment on Control Engineering, and Principal Facilities Visits of Nara NCT” yang diarahkan oleh pemandu panitia Simposium.

 

ISATE menyediakan sebuah kesempatan kepada pendidik untuk membagi pengalaman dalam pengajaran berbasis kejuruan dan teknologi dalam pendidikan. Simposium ini mengundang politeknik, institut dan institusi pendidikan dari seluruh dunia, untuk meneliti peran tatanan ekonomi, sosial dan pendidikan di Singapore, Jepang dan negara lain. Adapun pembahasan topik pada Simposium adalah “Teaching and Learning”, “Technologies in Education”, “CDIO”, “Partnership and Student Exchange” untuk berkonsentrasi pada tantangan dalam membangun teknologi pendidikan kedepannya. Simposium juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berinteraksi dengan para ahli dan rekan-rekan dalam kejuruaan dan teknologi dalam pendidikan.

 

Dalam Simposium Aan Agustan yang mewakili tim paper yang terdiri dari Fikri Yandi Kurniawan, R.Chandra Nh dan Bapak. Jajang Kusnendar, M.T. sebagai dosen pembimbing, dalam mempresentasikan poster penelitian mahasiswa yang berjudul “Smart Phone Base on Education With an Application of Eel (Everytime, Every where Library)” yang membahas tentang aplikasi perpustakaan virtual yang memanfaatkan smart phone dalam penggunaannya, sehingga mampu mengakses perpustakaan dari manapun pengguna berada, sehingga terintegrasinya antara perpustakaan dan teknologi yang memungkinkan pengembangan fungsi perpustakaan yang dewasa ini sudah menurun tingkat pengunjung dan penggunaannya. Dalam presentasi ini banyak profesor dan dosen dari Jepang yang mengamati dan sangat mendukung akan aplikasi smart phone ini.

 

Aan Agustan juga mengenalkan budaya Indonesia kepada Mahasiswi dan Dosen yang berasal Jepang yang juga merupakan presenter dalam Simposium ini, Ari Zukeran, Miyazato Haruna dan Dr. Hiroshi Tanaka yang berasal dari Okinawa National College of Technology (OCT). Rasa keingintahuan yang sungguh besar dari mereka karena baru mengetahui akan ragamnya budaya yang ada di Indonesia, mulai dari Makanan, Pakaian, Suku, Bahasa, Arsitektur, Musik Tradisional, Tempat Wisata dan ragam budaya lainnya. Dua Mahasiswi Jepang ini akan mengaggendakan kunjungan ke Indonesia sehingga bisa mempelajari budaya yang ada dengan lebih jelas. Selain itu seorang dosen dari Ibaraki National College of Technology yang bernama Dr. Fumitake Kato yang juga akan mengagendakan kunjungan ke berbagai kota yang ada di Indonesia.

Rangkaian acara lain pada Simposium ini adalah Diskusi Panel yang di isi oleh lima pemateri yang merupakan perwakilan lima negara yaitu Dr. Terence Chong (Singapore), Mr. Lee Kam Fat Jonathan (Hong Kong), Dr. Ruttikorn Varakulsiripunth (Thailand), Prof. Michael Tanangkingsing (Taiwan), dan Prof. Megumi Abe (Japan). Dalam diskusi panel ini bertujuan untuk berbagi wawasan dalam aplikasi global pada pendidikan kejuruan secara internasional.

 

 

 

Baca Juga

deras.co.id

Bobby Nasution Apresiasi Kemenangan Meyakinkan Timnas U19 atas Myanmar, Atmosfer Stadion Sumut Dinilai Jadi Kekuatan Tambahan

DERAS.CO.ID – DELISERDANG – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi penampilan Tim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *