Tuesday , May 26 2026
Beranda / Berita / Indonesia Butuh USD80 Miliar Lengkapi Infrastruktur Gas
deras.co.id

Indonesia Butuh USD80 Miliar Lengkapi Infrastruktur Gas

Jakarta, Indonesia membutuhkan investasi USD 70miliar-USD 80miliar untuk membangun infrastruktur gas secara menyeluruh guna mencukupi kebutuhan energi domestik yang terus tumbuh sekitar 4-5 persen per tahun.

Chairman Indonesia Gas Society yang juga Plt. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Yenni Andayani mengatakan, meningkatnya kebutuhan energi domestik didorong oleh pertumbuhan populasi kelas menengah dan gross domestic product (GDP).

Angka pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan konsumsi energi secara global,” katanya dalam pembukaan International Indonesia Gas Conference & Exhibition 2017, Selasa (7/2).

Dia mengatakan sekitar 15 persen kebutuhan energi tersebut dipasok dengan gas, sisanya dipasok dengan bumi, batubara dan lainnya. Indonesia merupakan negara yang diberkahi dengan sumber gas yang berlimpah. Sejak 1970-an, Pertamina telah menjadi salah satu eksportir LNG di dunia dan terlibat dalam pembangunan infrastruktur LNG berkelas dunia, seperti fasilitas LNG di Arun, Bontang, dan Donggi Senoro.

Pertamina juga telah memiliki jaringan pipa gas transmisi dan distribusi, serta lapangan-lapangan gas besar antara lain Mahakam dan Corridor,” ujarnya.

Peran gas alam untuk ekonomi Indonesia ke depan akan cukup menonjol yang utamanya dipicu oleh pertumbuhan permintaan gas dari pembangkit listrik PT PLN (Persero) untuk kapasitas total 14 GW yang merupakan bagian program 35 GW pemerintah, serta proyek Refinery Development Master Plan pada empat kilang dan dua New Grass Root Refinery milik Pertamina.

Selain itu, pertumbuhan akan didukung oleh penambahan kapasitas pabrik pupuk dan sektor transportasi.

Proyek-proyek tersebut menjadikan permintaan gas meningkat dan tantangan selanjutnya adalah upaya yang harus dilakukan untuk memenuhi permintaan tersebut dari hulu ke hilir. Indonesia memerlukan investasi baru untuk mengeksplorasi dan mengembangkan sumber-sumber gas baru serta membangun infrastruktur gas yang akan mengirimkannya ke konsumen akhir,” kata Yenni.

Berdasarkan kalkulasinya, untuk membangun infrastruktur gas secara menyeluruh Indonesia memerlukan investasi baru sekitar USD70 miliar-USD 80 miliar hingga 2030.

Selain mendukung upaya pemenuhan gas domestik, investasi baru tersebut juga berarti menciptakan ribuan lapangan kerja, memicu pertumbuhan industri, dan juga memacu pertumbuhan GDP Indonesia.

Investasi infrastruktur gas merupakan investasi jangka panjang untuk 30-an tahun dan untuk menjadi tujuan investasi, Indonesia berkompetisi dengan negara lain. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik seluruh stakeholder, insentif, harga yang kompetitif, dan memastikan iklim investasi dalam negeri yang baik,” terangnya.

Pertamina, lanjut Yenni, sebagai pioner bisnis gas dan LNG dalam skala global telah melakukan upaya pengembangan infrastruktur gas di seluruh mata rantai bisnis gas.

Pertamina secara terus menerus melakukan pengembangan gas hulu, menyiapkan rencana revitalisasi Blok Mahakam, membangun FSRU (Floating Storage Regasification Unit), mengembangkan pipa gas, dan telah mengamankan pasokan LNG dari dalam dan luar negeri. Pertamina siap menjadi agen untuk memacu pertumbuhan infrastruktur dan konsumsi gas di Indonesia.

Sumber : indonesiaoversight.com

Baca Juga

deras.co.id

Sumut Terima Pengembalian TKD Terbesar, Tito Karnavian Ungkap Alasannya

DERAS.CO.ID – JAKARTA – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menerima pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) …