Tamu ulama dalam “ulama berbicara di YPSA” kali ini adalah seorang Mubaligh kelahiran Bali asal Jember. Pendakwah atau biasa dipanggil kakek Ketut dan merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Telaga Zam-zam, Jember, Jawa Timur dengan nama lengkap KH. M.I.K. Ketut Sugama, FGh, S.H.
Ustadz Ketut merupakan seorang pelukis senior yang lukisannya bergaya Spritual Impressionis. Lukisan Ustadz bukan lukisan biasa, melainkan lukisan spritual ilahiyah. Dalam melukis, Ustadz mendekatkan diri dahulu kepada Allah SWT dengan ibadah optimal.
Ustadz Ketut melukis tidak menggunakan kuas melainkan menggunakan alat pisau lukis atau bisa juga dengan sendok semen dan hasilnya luar biasa menakjubkan.
Melihat karya-karya lukisnya kita dibawa seakan-akan berada didalam lukisan. Lukisan itu benar-benar hidup. Selain pelukis ustadz Ketut juga seorang Mubaligh untuk jamaah semua umur dari TK, SD, SMP, SMA, Mahasiswa, Dewasa, Lansia, dan efektif untuk guru dan karyawan kantor. Ustadz juga dapat menjadi konsultan dan terapi pribadi dan keluarga.
Ustad Ketut biasa tour hunting objek lukisan dengan melukis di depan objek seperti ke Manado, Bukit Tinggi, Banjarmasin, Medan, Balik papan, Medan, Indonesia Timur, Jakarta, Malaysia, dan Singapura. Namun di balik pengembaraannya dalam melukis, ustadz Ketut mempunyai tujuan lain yaitu berdakwah dan mempelajari kehidupan Islami rakyat Indonesia. Yah karena merupakan seorang mualaf yang haus akan Islam.
Dengan hasil penjualanan lukisan itulah dia membiayai seluruh perjalanannya dalam berdakwah.“Saya sudah dibayar Allah SWT begitu banyaknya, hingga tak mampu saya menghitungnya. Saya sangat malu kepada Allah SWT karena sangat sedikit yang saya lakukan untuk memenuhi perintah Allah SWT”. Ujar Ustadz.
Pada tahun 2008 secara resmi beliau membuka praktek pengobatan alternatif spritual ilahiah dengan air zam-zam murni untuk anak autis maupun segala penyakit kecuali penyakit dari ilmu sihir atau makhluk ghaib tidak bisa ditanganinya.
Berikut video ceramahnya pada hari Rabu 15 Juni 2016 di YPSA:
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!