Jakarta, Jemaah yang mengikuti doa bersama di kawasan Monumen Nasional, Jumat (2/12), tak ada yang mengeluh kehausan atau kelaparan. Maklum saja, sumbangan makanan dan minuman sangat melimpah. Banyak mobil di pinggir jalan yang membuka pintu belakangnya dan ternyata berisi beragam makanan untuk peserta doa bersama. Ada yang menyediakan nasi bungkus, roti, lontong, kurma, air mineral, dan berbagai makanan lain. Jemaah yang lewat dipersilakan mengambil makanan secara gratis. ”Cukup dibayar dengan doa. Silakan ambil. Gratis!” seru seorang pria yang membagikan makanan kecil dan air mineral di sekitar Stasiun Gambir.
Banyak pula kalangan yang menyediakan karpet dan membagikan sajadah untuk alas shalat kepada peserta doa bersama. ”Total ada sekitar 10.000 lembar sajadah yang kami siapkan dan sebagian dibagikan kepada jemaah,” kata Qomaruddin dari lembaga amil zakat dan wakaf Laznas AQL. Lain lagi yang dilakukan organisasi Bulan Sabit Merah In- donesia (BSMI). BSMI menerjunkan sekitar 250 sukarelawan, dari jumlah tersebut 50 persen adalah dokter. BSMI mendirikan rumah sakit lapangan lengkap dengan lima unit ambulans. Sukarelawan lainnya berkontribusi dengan memungut sampah di sekitar Monas atau saling mengingatkan di antara sesama peserta doa bersama agar tidak menginjak rumput. Mayoritas peserta pun mematuhi imbauan ini.
Ketika shalat Jumat ini, Presiden Jokowi juga mendengarkan khotbah yang disampaikan Rizieq Shihab. Dalam khotbahnya, Ketua Dewan Pembina GNPF ini antara lain mengatakan, keadilan itu untuk semua umat manusia tanpa memandang suku, bangsa, dan agama. Semua umat manusia wajib untuk diperlakukan dengan adil. ”Penegakan keadilan itu harus menjamin setiap agama yang ada di bumi Indonesia ini tidak boleh dinistakan,” katanya. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, Presiden sendiri yang ingin shalat Jumat di Silang Monas. Presiden ingin menemui peserta doa bersama untuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih. Kepala Polri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, yang menjelang acara doa bersama ini aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara tersebut, juga berterima kasih kepada semua peserta doa bersama. ”Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar dan aman. Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para peserta,” ujar Tito yang juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras aparat keamanan yang telah menjaga dan membantu para peserta doa bersama.
Sekretaris Komisi Kepolisian Nasional Bekto Suprapto mengapresiasi Tito dan terhadap seluruh jajaran Polri yang selama ini mampu melindungi, mengayomi, melayani, dan mendukung kedamaian dalam aksi doa bersama kemarin. Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan kegembirannya karena doa bersama kemarin bisa berjalan sebagaimana komitmen dari para pemimpinnya sebelum aksi dilaksanakan, yakni aman, damai, dan tertib. Menurut Prabowo, doa bersama itu menjadi teladan yang baik bagi kedewasaan berdemokrasi masyarakat Indonesia. Sebab, masyarakat tetap bisa menyampaikan pendapat atau diberikan ruang kebebasan berbicara, tetapi tetap mematuhi aturan yang berlaku. ”Ini terbukti bahwa rakyat Indonesia bisa menjalankan demokrasi dengan baik. Mereka mampu berbicara dan berpendapat di muka umum, tetapi dilakukan dengan tertib, aman, dan damai sesuai peraturan yang ada,” ucapnya. Namun, Prabowo mengingatkan, acara doa bersama itu juga menjadi bentuk peringatan kepada pemerintah bahwa rakyat butuh perhatian dan mereka berani bersikap jika tidak diperhatikan.
Daerah
Selain Jakarta, acara doa bersama kemarin juga digelar di sejumlah tempat di Indonesia. Di Padang, Sumatera Barat, acara doa bersama yang berlangsung pukul 08.00-10.00 awalnya akan digelar di Lapangan Imam Bonjol. Namun, karena hujan, kegiatan dipindahkan ke Masjid Agung Nurul Iman di kawasan Padang Selatan. Sementara di Kota Palu, Sulawesi Tengah, di tengah guyuran hujan, doa bersama digelar di depan kantor DPRD Sulteng dan di jalan di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng. Kepala Polda Sulteng Brigadir Jenderal (Pol) Rudy Sufahriadi sempat mendatangi jemaah. Dia menyalami jemaah sambil mengapresiasi tertibnya acara. Kepala Polda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Condro Kirono dan Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Jaswandi mengikuti doa bersama di Masjid Agung Solo, Jawa Tengah. Doa bersama kemarin dilakukan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Banten.
Di Kota Serang, misalnya, doa bersama diadakan di Masjid Agung Raya Al-Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten. Di Makassar, Sulawesi Selatan, doa bersama dipusatkan di Lapangan Karebosi, di jantung Kota Makassar, Sulsel. Di Surabaya, doa bersama untuk memohon agar kerukunan di Tanah Air terjaga dilakukan di Masjid Nasional Al-Akbar Sebelum shalat Jumat dimulai, pengurus masjid mengumumkan kepada jemaah untuk menyempatkan diri berdoa bersama. Istigasah yang digelar setelah shalat Jumat itu diikuti oleh masyarakat umum. Lihat Video Terkait ”Doa Bersama Berlangsung Damai” di kompasprint.com/vod/ doadamia212 Dalam tayangan video ataupun foto udara terlihat tak ada satu anggota massa pun yang berada di atas hamparan rumput hijau di Silang Monas. Setelah peserta bubar, dalam sekejap di kawasan Monas tak terlihat lagi sampah.
Starling
Di antara jemaah yang berduyun-duyun, ada keguyuban yang hangat dan suasana damai di seputar Monas. Peserta doa bersama dan petugas keamanan terlihat akrab, apalagi jika mereka bertemu di sekitar pedagang makanan. Tak cuma keakraban yang terlihat, tetapi juga senda gurau. ”Mas, dua (gelas) lagi, ya!” kata seorang laki-laki berkopiah putih kepada Muhamad Hari (27), pedagang kopi keliling, di pinggir Jalan Medan Merdeka Selatan. Para penjaja sejumlah pilihan minuman dengan bersepeda ini sering mendapat julukan keren ”starling”, starbuck keliling, karena menghadirkan kehangatan kopi di mana pun ia dibutuhkan. Sepeda kayuh berisi dagangan milik Hari dikerumuni pembeli. Selain peserta doa bersama, ada juga polisi, satuan polisi pamong praja, dan petugas pemadam kebakaran. Baru tiga jam menyusuri jalan di sekitar Monas, Hari telah menjual lebih dari 40 gelas kopi, sudah lebih dari Rp 150.000 ia kantongi. Hari memang untung, dan di sisi lain kehadiran ia serta teman-teman sejawatnya turut mencairkan suasana. ”Ada 300-an pedagang (kopi keliling), sebagian besar ke sini,” ujarnya. Kegiatan dengan jumlah massa besar ini sempat dikhawatirkan berakhir kacau. Sebagian pengusaha di pusat-pusat perbelanjaan bahkan memilih menutup toko. Namun, kekhawatiran itu tak terwujud. Aksi berjalan aman dan damai. Seusai shalat Jumat bersama peserta, Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasinya. Kalangan usaha pun demikian. ”Aksi yang damai ini secara psikologis mengurangi kekhawatiran pengusaha dan investor,” kata Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Seusai shalat Jumat, massa berangsur meninggalkan Monas berjalan menuju bus dan kendaraan mereka. Wajah-wajah mereka ceria. Sebagian di antara mereka menyalami polisi, tentara, dan petugas sipil. Sebagian peserta tak hanya bersalaman, tetapi juga mengajak tentara, polisi, dan petugas satpol PP berswafoto bersama. ”Pak, mantap, Pak! Boleh minta foto?” kata sekelompok peserta doa bersama. ”Ayo, ayo, silakan yang mau foto. Yang sudah, hati-hati di jalan, ya! Selamat sampai rumah!” ujar Mayor Sutrisno dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang berjaga di pinggir Jalan Medan Merdeka Selatan. Peserta pun saling swafoto bersama. Mereka ingin mengabadikan keikutsertaannya dalam doa bersama kali ini. ”Siapa tahu nanti tak terulang lagi,” kata Fahmi (25), peserta asal Cianjur, Jawa Barat.
Aksi sukarelawan
Nuansa aksi superdamai, seperti yang dijanjikan sejumlah pihak sebelumnya, masih terasa hingga peserta meninggalkan lokasi. Sejumlah spanduk dan papan bertuliskan ”Islam Cinta Damai”, ”We Love Indonesia”, ”Bhinneka Tunggal Ika”, ”Islam Itu Indah”, dan ”Islam Berakhlak Mulia” mewarnai kerumunan peserta. Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono, Jumat, mengungkapkan kepuasannya atas kegiatan yang berlangsung aman, damai, dan tertib itu. ”Mereka konsisten menjaga dan merawat Jakarta dalam suasana aman dan damai. Mereka tertib, termasuk taman pun tidak ada yang rusak,” ujarnya. Kehadiran Presiden Jokowi di tengah massa, kata Sumarsono, juga menambah suasana sejuk. ”Terima kasih untuk semua peserta doa bersama dari seluruh Indonesia. Saya berterima kasih untuk kerja sama yang baik,” ujar Sumarsono. Suasana aman dan damai ini juga dirasakan pekerja warga negara asing atau ekspatriat yang ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Stewart, warga Kanada yang bekerja di perusahaan migas, mengatakan merasa aman dan percaya dengan keputusan pemerintah menyelesaikan persoalan saat ini. ”Indonesia negara yang besar dengan beragam latar belakang sosial, budaya, dan agama seharusnya menjadi potensi ke depannya,” ujarnya. ”Yang paling penting dari semua ini, kita bisa mengambil hikmah,” ujar KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Bandung, seusai acara. Aa Gym mengatakan membawa sekitar 3.000 santri dari Bandung menggunakan 60 bus. Pembetulan Dalam berita berjudul “Kekerasan oleh Aparat Masih Terjadi” di halaman 4, Kamis (1/12), alinea ke-14 tertulis “… seperti aksi kekerasan aparat kepada masyarakat,” ujarnya. Seharusnya adalah “… seperti ancaman penggunaan kekerasan oleh masyarakat,” ujarnya. Dengan demikian, kesalahan kami perbaiki dan mohon maaf atas kesalahan itu.
Sumber : Kompasprint.com, pressreader.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!