Tuesday , May 19 2026
Beranda / Edukasi / Mendikbud Akui Sulit Tangani Kekerasan di Sekolah

Mendikbud Akui Sulit Tangani Kekerasan di Sekolah

Mendikbud Akui Sulit Tangani Kekerasan di Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh mengakui penanganan kekerasan di sekolah merupakan tantangan terberat yang sulit untuk diselesaikan. Dia menyampaikan, kekerasan di sekolah sebenarnya telah coba ditangani dengan penambahan jam pelajaran agama dan budi pekerti.

“Oleh karena itu, mengapa mulai tiga tahun yang lalu kita berdebat panjang tentang pendidikan karakter dan akhirnya kita rumuskan dalam kurikulum 13 kemarin, dalam bentuk agama dan budi pekerti yang tadinya hanya 2 jam menjadi 4 jam,” ujar Nuh menyikapi kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah, di Jakarta, Senin (5/5).

Nuh menambahkan, kesulitan menangani tindakan kekerasan tidak hanya terjadi di tingkat SD, namun terjadi hingga ke perguruan tinggi. “Bahkan di masyarakat urusan sikap menjadi tantangan terberat,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Renggo Kadapi, siswa kelas V SDN 09 Kampung Makasar, Jakarta Timur, tewas dianiaya teman sekolahnya. Dia dipukuli sampai meninggal dunia hanya karena menjatuhkan jajanan pisang goreng kakak kelasnya yang dibeli seharga Rp 1.000.

Dia dipukuli saat memasuki jam istirahat di sekolahnya, pada Senin (30/4) kemarin. Akibatnya pun fatal, bocah berusia 11 tahun ini merenggang nyawa setelah tergolek sakit di rumahnya.

Sebelumnya, Dimas Dikita Handoko (19), taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, tewas setelah dianiaya sejumlah seniornya. Polisi sudah menangkap sejumlah pelaku.

Sumber : http://lpmedukasi.com/?p=17

Baca Juga

deras.co.id

Terima Dubes Australia, Bobby Nasution Harapkan Kerja Sama dengan Sumut Semakin Luas

DERAS.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima kunjungan Duta …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *