Wednesday , July 22 2026
Beranda / Berita / Meneduhkan, Ini Respon Bijak UAS Atas Kasus Persekusi Dirinya
deras.co.id
Wakil Presiden Jusuf Kalla berbincang dengan Ustad Abdul Somad jelang mengisi tausiyah di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, 4 Februari 2018. Foto/Biro Pers Sekretariat Wakil Presiden

Meneduhkan, Ini Respon Bijak UAS Atas Kasus Persekusi Dirinya

Ancaman dan intimidasi terhadap Ustadz Abdul Somad yang berakibat dibatalkannya rangkaian tausiyah di beberapa daerah, menuai simpati berbagai kalangan. Somad pun disarankan melapor ke polisi agar aksi persekusi tak sebatas direspons lewat ‘curahan hati’ (curhat) di media sosial.

Mabes Polri telah berulang kali menyarankan Somad membuat laporan ke polisi. Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto pada Selasa (3/9), mempersilakan ustadz kondang itu untuk melapor.

“Ya kalau ada ancaman, dipersilakan melaporkan kepada polisi,” ujar Arief di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/9).

Ia pun mengaku belum menerima laporan karena baru saja kembali ke Tanah Air setelah kunjungannya ke Brunei Darussalam. “Saya baru pulang dari Brunei. Dari hari minggu saya berangkat ke sana bersama pak Kapolri, dan karena ada panggilan, maka baru tadi pagi saya baru pulang dari Brunei,” katanya.

Sehari sebelumnya, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto menuturkan, polisi akan melakukan penindakan bila intimidasi yang dirasakan Abdul Somad dilaporkan. Pasalnya, untuk menyelidiki pelaku intimidasi, polisi membutuhkan keterangan langsung Abdul Somad.

Baca juga:- Nasihat UAS Untuk Bakal Calon Wakil Presiden RI Sandi Uno

                  – Ceramah Di Komplek Parlemen, Mabes TNI dan DMI, Kenapa UAS Tetap Dipersekusi?

“Kalau dia tidak lapor maka polisi tidak akan menangani. Nanti kalau misalnya kita minta keterangan tapi beliau tidak datang, kita susah juga kanKan diundang untuk diperiksa, diminta keterangan nanti susah,” ujar Setyo.

Ustadz Abdul Somad mengungkapkan, dirinya tidak berencana melaporkan pihak-pihak tertentu yang mengintimidasinya baru-baru ini ke kepolisian. Menurutnya, pelbagai upaya hukum yang pernah dilakukannya hanya berujung ketidakjelasan sejauh ini.

“Tidak (berencana melapor ke polisi). Saya mau tenang saja. Capek. Dugaan persekusi Bali belum selesai-selesai (penanganannya),” kata Ustadz Abdul Somad saat dihubungi, Selasa (4/9).

Kasus yang dimaksudnya adalah kejadian pada 8 Desember 2017 lalu, ketika ratusan simpatisan Laskar Bali menggeruduk hotel tempat dai tersebut menginap di Denpasar. Beberapa hari kemudian, pimpinan organisasi tersebut meminta maaf kepada Ustadz Abdul Somad atas kejadian yang tidak menyenangkan itu.

Walaupun permohonan maaf sudah diterima, pada 11 Desember 2017 sejumlah pihak tetap melaporkan kasus dugaan persekusi tersebut ke kepolisian. Sampai sekarang, kejelasan penyelesaiannya tidak kunjung menemukan titik terang.

Kali ini, alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu kembali menerima intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bahkan, Ustadz Abdul Somad terpaksa membatalkan rencana ceramahnya pada sejumlah lokasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Bagaimanapun, dia enggan menyebut nama kelompok-kelompok yang berupaya menghalang-halangi safari dakwahnya di tiga provinsi itu.

Mubaligh yang lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, 41 tahun silam itu menilai, ada jalan yang lebih bijaksana selain jalur hukum untuk ditempuh. Alumnus S-2 Darul Hadits (Maroko) itu memilih untuk tidak melawan balik persekusi yang ada. Dia tidak ingin ada gesekan di tengah masyarakat, khususnya umat Islam.

“Mengalah saja. Allah ada,” kata peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu sembari menutup pembicaraan.

Sumber: republika.co.id

Baca Juga

deras.co.id

YPSA Membuka Pendaftaran Ujian Cambridge Seri November 2026

DERAS.CO.ID – Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) membuka pendaftaran Ujian Cambridge Seri November 2026 bagi …