Tim PLN blits eksplore Indonesia 2018 telah memulai debut pertamanya memulai perjalanan dari ujung timur pulau Jawa, Surabaya dan akan mengakhiri jelajahnya di titik nol kilometer provinsi Aceh, dan hari ini Kota Medan menjadi kota transit untuk tim blits Indonesia.
Tampak hadir Gubernur Sumatera Utara diwakilkan oleh sekda provinsi Sumatera Utara, Hj. Sabrina, General Manager PT PLN wilayah I, Febi Joko Priharto, seluruh manajemen PT PLN Sumatera, forkopimda Sumut, Wakil Rektor I Universitas HKBP Nomensen Haposan sialagan, komunitas elektrik vehicle, tim blits eksplore 2018.
General manager PT PLN wilayah I, Febi Joko Priharto mengatakan, “saya yakin dan percaya kendaraan listrik ini bisa menggantikan teknologi kendaraan fosil, pertama tentu karena ramah lingkungan kemudian lebih hemat. Ini diawali oleh tim blits (Budi luhur dan ITS) yang mengawali research dan membangun mobil listrik dengan dukungan penuh oleh PLN . Melintasi Surabaya dan sampai ke Medan dan diharapkan tentu tim ini dengan kendaraanya diberikan kelancaran dalam menjelajahi seluruh pelosok tanah air”.
“Kondisi jalur Sumatera yang didominasi oleh pegunungan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim ini dan beberapa hal yang menjadi perhatian utama selama melintasi Sumatera tentunya daya tahan baterai, tenaga mobil saat menghadapi tanjakan hingga menguji sistem pengereman saat kondisi turunan atau kondisi tertentu”, Febi menambahkan.
Namun dengan semangat tinggi untuk memperkenalkan mobil karya anak bangsa ini tim blits Indonesia tetap bertekad mengarungi Sumatera hingga titik nol Aceh.
Sekda Provsu Hj. Sabrina mengatakan sangat mengapresiasi Mobil Listrik karya anak bangsa ini.
“Kita ini sudah melihat dan mengetes pengalaman mereka tidak ada masalah dengan mesin. Untuk pengisian energi juga sudah ada sarana dan prasarana. Ini mobil yang ramah lingkungan, selain pengisiannya hanya 14.500 rupiah, lebih murah dan efisien, kita sangat mengapresiasi, kita berharap ada industriawan menggunakan prototipe ini menjadi suatu memproduksi lebih banyak lagi, saya pikir ini sangat baik”, ujar Bu Sekda.
Febi Joko Priharto juga menambahkan bahwa Blits merupakan kendaraan listrik yang sengaja di rancang untuk mobil balap. Kapasitas 2 orang dengan daya tempuh 300 km. Sekali pengisian baterai yang hanya 100 kWh memerlukan dayanya.
“Kita jual 1 kWh hanya Rp 1450 kalau dikali 100 kWh hanya Rp 14500. Itu bisa untuk 300 km dan Itu untuk mobil balap, pengisiannya 8 sampai 10 jam. Itu kita persiapkan selain dapat diisi di rumah kita juga menyiapkan splu-splu yang kini Suad ada 15 splu yang tersebar di beberapa titik di Sumut. Dan sering waktu pihaknya akan menambah SPLU . Jika pertamina punya SPBU kita punya SPLU(Stasiun pengisian Listrik Umum). Dan saat ini sudah ada kita pasang ditaman taman seperti di Binjai”.
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!