Sunday , July 12 2026
Beranda / Berita / Pemprovsu Siap Kerja Sama Pertanian Antar Daerah
Pemprovsu

Pemprovsu Siap Kerja Sama Pertanian Antar Daerah

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) siap menjalin kerja sama dengan daerah lain di bidang pertanian sesuai saran Bank Indonesia (BI) untuk menekan lonjakan inflasi di masa pandemi Covid-19. Apalagi pertanian menjadi salah satu fokus Pemprovsu.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi pada rapat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumut dan Satgas Pangan Sumut di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (18/6).

Gubsu mengatakan keinginannya untuk membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus mengelola hasil pertanian, sehingga bisa menjalin kerja sama dengan daerah lain yang surplus hasil pertaniannya.

“Ke depan, saya akan fokus pada pertanian dan akan mengembalikan Sumut menjadi daerah yang agraris. Sebulan sekali kita akan lakukan kegiatan panen bersama para petani,” ujar Edy.

Melihat perkembangan inflasi Sumut dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang mencatat masih rendahnya Nilai Tukar Petani (NTP), Gubsu pun mengajak BUMD yang ada berinovasi mengelola hasil pertanian.

“Produksi bawang merah di Sumut sebesar 18.072 ton/tahun, namun kebutuhan bawang merah Sumut mencapai 4.057 ton/bulan atau sekitar 48.684 per tahun. Alhasil, Sumut harus impor dari daerah lain. Agar nilai tukar petani di atas 100, saya akan terus bergerak menyejahterakan petani,” tambahnya.

Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat, menyampaikan paparan beberapa komoditas pertanian di Sumut yang mengalami defisit dan dapat memicu ketidakstabilan harga. Untuk mengantisipasi lonjakan inflasi karena defisit komoditi, Wiwiek menyarankan Pemprovsu kerja sama antardaerah.

“Pada triwulan kedua ini, Sumut surplus beberapa komoditas pertanian yakni beras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam, dan minyak goreng. Ada juga beberapa komoditas pangan yang defisit, semisal bawang merah, bawang putih, dan gula pasir. Beberapa waktu lalu, harga daging ayam sempat melonjak, tapi kini sudah terkendali. Saya sarankan kerja sama pertanian,” katanya.

Wiwiek pun mencontohkan bahwa Sumut bisa bekerja sama dengan Sumatera Barat yang surplus bawang merah. Diketahui, Solok merupakan penghasil bawang merah terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, Wiwiek menyampaikan Sumut mengalami inflasi 0,43% selama Mei 2020, dengan tingkat inflasi tahunan dan kumulatif tercatat sebesar 0,68% (ytd dan yoi). Namun angka inflasi itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2019, yakni 1,19%.

Untuk mengantisipasi lonjakan inflasi, TPID pun akan terus aktif operasi pasar dan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, TPID akan mengadakan pasar murah dan sosialisasi masyarakat tidak panic buying.

Sumber: Waspada.co.id

Baca Juga

IN-Journal Chapter 1 Berhasil Digelar, Angkat Tema Keberlanjutan dan Inovasi Sosial

Jakarta, 13 Mei 2026 – PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun …