Sepanjang 2016, berbagai peristiwa besar yang mengubah peta perpolitikan, ekonomi dan sosial terjadi di dunia. Berikut ini rangkuman sembilan peristiwa tersebut, menurut versi Republika.co.id.
1. Brexit, 24 Juni 2016

Rakyat Inggris yang menginginkan negaranya keluar dari Uni Eropa pada Jumat pagi (24/6) memenangi referendum Brexit (Inggris keluar dari Uni Eropa) dengan mencatat perolehan 52 persen dari suara yang masuk. Berdasarkan hasil itu, Inggris menarik diri dari keanggotaan Uni Eropa setelah bergabung selama 43 tahun.
Lebih dari 17 juta warga memilih Inggris mencabut keanggotaan di Uni Eropa. Sekitar 16 juta lainnya memilih tetap menjadi bagian dari Uni Eropa.
Inggris menjadi negara pertama yang keluar dalam sejarah 60 tahun keberadaan kelompok Eropa itu. Total 30 juta orang telah menggunakan hak pilihnya, yakni 71,8 persen dari total pemilih. Ini menjadi angka tertinggi dalam pemilihan di Inggris sejak 1992. Padahal Inggris juga sedang mengalami bencana banjir.
Sebagian besar suara yang ingin Inggris hengkang dari Uni Eropa datang dari Wales dan wilayah Inggris lain selain London. Ibu Kota Inggris ini memberikan 60 persen suara untuk tetap tinggal. Sementara wilayah lain tidak ada yang ingin tetap tinggal. Referendum ini telah menunjukan kesenjangan sosial dan kultural antara London dan wilayah lain. Proses keluarnya Inggris butuh sedikitnya dua tahun. Aktivis pro-Brexit memperkirakan prosesnya mungkin baru akan selesai pada 2020.
Tagar #Brexit disinggung lebih dari 3,5 juta kali dan populer di sejumlah negara lain.
2. Percobaan Kudeta Turki, 15 Juli 2016

Militer Turki melakukan aksi kudeta terhadap Pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan pada Jumat (15/7) malam waktu setempat. Dilaporkan kendaraan tempur milik militer telah mengepung Ankara, Ibu Kota Turki.
Dalam pernyataan yang dibacakan di stasiun televisi, Staf Jendral Militer Turki Hulusi Akar menyatakan angkatan bersenjata sudah mengambil seluruh kekuasaan pemerintah. Pada tengah malam pasukan, tank dan kendaraan militer masuk ke jalan Istanbul dan Ankara. Pesawat jet dan helikopter tentara pun berputar-putar di kedua kota tersebut.
Dilaporkan suara tembakan terdengar di Ankara. Jembatan Bosphorus yang yang menghubungkan daratan Asia dan Eropa di luar Istanbul pun sudah ditutup. Bandara Internasional Ataturk Istanbul telah ditutup dan semua penerbangan telah dibatalkan. Suara-suara ledakan terdengar di Ankara.
Militer Turki telah secara resmi mendeklarasikan kudeta dan mengatakan telah mengambil alih negara. Dogan News Agency mengutip pernyataan militer pada Jumat (16/7) mengatakan, mereka ingin mengamandemen tatanan konstitusional, demokrasi, hak asasi manusia dan kebebasan, serta untuk memastikan aturan hukum memerintah di Turki.
Namun, kudeta tersebut gagal karena rakyat turun ke jalan menolak aksi kudeta terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Turki lantas melakukan penangkapan besar-besaran orang yang terlibat kudeta.Erdogan menuding Fethullah Gulen sebagai otak di balik kudeta.
3. Donald Trump Presiden AS, 9 November 2016

Miliarder Donald Trump secara mengejutkan terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45 dalam pemilihan umum 8 November. Trump berhasil meraih lebih dari 270 electoral votes untuk mengamankan kursi Gedung Putih. Ia berhasil mengejutkan dunia dengan mengalahkan calon favorit dari Partai Demokrat, Hillary Cinton.
Kemenangan Trump mengakhiri delapan tahun kepemimpinan Partai Demokrat di Gedung Putih. Kemenangan Trump tak terlepas dari raihan suaranya di sejumlah negara kunci seperti di Florida dan North Carolina yang memiliki electoral cukup besar.
Dilansir dari Fox News, Trump memastikan kemenangannya setelah memenangkan pemungutan suara electoral college pada 19 Desember 2016. Trump dengan mudah melampaui 270 suara electoral yang dibutuhkan. Setelah suara di seluruh negara bagian dihitung, Trump memenangkan 304 suara dan Hillary Clinton dengan 227 suara.
Tagar #RIPAmerica sempat menjadi trending topic di jagad maya.
4. Pemakzulan Presiden Brasil Dilma Roussef, 31 Agustus 2016

Presiden perempuan pertama di Brasil, Dilma Rousseff (68 tahun) dipecat oleh Senat lewat pemungutan suara. Sebanyak 61 senator mendukung pemecatan dan 20 senator menolak. Dilma dipecat oleh Senat karena dinilai bersalah memanipulasi anggaran nasional. Ia dituduh menggunakan uang dari bank-bank pemerintah pada 2014 untuk menutupi defisit pengeluaran publik. Hal itu dianggap sebagai penyebab Brasil masuk ke dalam resesi terburuk dalam beberapa dekade terakhir.
Sebelumnya senator Brasil telah selesai meminta keterangan Rousseff dalam pengadilan pemakzulan, Senin (29/8). Rousseff membuka sesi dengan sambutan selama 30 menit mempertahankan apa yang dia lakukan. Dia lantas duduk dan menjawab pertanyaan para legislator selama lebih dari 14 jam. Sesi tersebut berakhir sebelum tengah malam.
Dilma menolak tuduhan dan mengatakan dia harus membuat pilihan sulit mengenai anggaran di tengah menurunnya pendapatan pemerintah. Rousseff menjadi pemimpin Brasil pertama yang diberhentikan dari jabatannya. Sebelumnya pada 1992, Presiden Fernando Collor de Mello mengundurkan diri sebelum sempat dimakzulkan dalam kasus korupsi.
Dikutip dari The Guardian, menurut hukum Brasil, seorang presiden dapat dipecat oleh Senat bila tercapai kuorum dua pertiga. Dengan hasil pemungutan suara, Dilma pun resmi dipecat dan langsung digantikan oleh Wakil Presiden Michel Temer. Kesepakatan damai bersejarah Kolombia akhirnya ditandatangani secara resmi, Senin (27/9). Kesepakatan antara pemerintah dan gerakan oposisi terbesar Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (Revolutionary Armed Forces of Colombia/FARC) menandai berakhirnya perang saudara berusia lima dekade.
Presiden Juan Manuel Santos dan pemimpin FARC Rodrigo Londono menandatangani kesepakatan setebal 297 halaman dalam upacara khusus. Momen bersejarah itu disaksikan oleh 2.500 perwakilan asing dan tamu khusus. Tampak hadir Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon dan Menteri Luar Negeri AS John Kerry. Momen ini diliputi haru. Banyak orang menangis saat kedua pemimpin berjabat tangan di podium.
Tak lama lima pesawat jet terbang membentuk formasi dan mengeluarkan asap warna bendera Kolombia. Perayaan ini juga dibarengi dengan mengheningkan cipta untuk para korban perang. Sebanyak 50 bendera dikibarkan. Semua orang yang hadir menggunakan pakaian putih sebagai simbol perdamaian. “Viva Kolombia,” teriak Ban diakhir pidatonya menyambut kesepakatan damai. Perang saudara ini telah menewaskan lebih dari 220 ribu orang dan lebih dari delapan juta orang mengungsi.
Bersambung. . .
Sumber : republika.co.id
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!