Tuesday , June 9 2026
Beranda / Berita / Sering Sesak Ketika Memakai Masker? Ini Bahaya Memakai Masker Ketat dan Solusinya
deras.co.id

Sering Sesak Ketika Memakai Masker? Ini Bahaya Memakai Masker Ketat dan Solusinya

Kewajiban memakai masker bisa memutus penularan pandemi virus Korona. Sayangnya tak semua orang bisa patuh pakai masker karena alasan sesak, pengap atau kurang nyaman.

Jika salah memilih masker, mengenakan masker dalam waktu yang lama membuat seseorang sulit bernapas. Terutama jika Anda menderita penyakit pernapasan. Sebab ini tentang pertukaran oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh kita. Makanya, pilihlah masker yang nyaman, tidak ketat.

“Paru-paru kita memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida, yang penting bagi tubuh untuk berfungsi,” kata Dokter Robert Graham, M.D., MPH, FACP seperti dilansir dari Mindbodygreen, Jumat (17/7).

Penulis New York Times Brian MacKenzie menilai, menutupi hidung dan mulut memang bisa membuat seseorang sulit bernapas. Dalam sebuah postingan Instagram, ia menulis bahwa masker mungkin bahkan memerangkap karbon dioksida, yang bisa berbahaya bagi orang-orang yang tidak toleran terhadap CO2.

“Intoleransi CO2 artinya kita tidak menggunakan paru-paru sebanyak-banyaknya dan tidak menggunakan O2 secara optimal,” kata MacKenzie kepada Mindbodygreen.

Risiko memakai masker ketat

Menurut sebuah penelitian, gejala retensi CO2 (hiperkapnia) ditandai detak jantung yang cepat (takikardia), sesak napas (dispnea), kulit memerah, kebingungan, sakit kepala, dan pusing. Masker terlalu ketat bisa berdampak pada paru-paru kita.

Jika Anda mengalami salah satu gejala retensi CO2, Graham menyarankan melepas masker dan jaga jarak adalah solusinya. Kemudian tariklah napas dalam-dalam.

Solusinya

Maka hindarilah memakai masker untuk waktu yang lama, sebab bisa menjebak beberapa karbon dioksida (CO2), yang bisa berbahaya bagi paru-paru. Cara terbaik untuk mengembangkan toleransi terhadap CO2 adalah memperkuat paru-paru Anda.

Berikut adalah beberapa tips mudah untuk memperkuat paru-paru Anda dan meningkatkan toleransi Anda terhadap CO2.

1. Pernapasan Diafragma

Atau pernapasan perut dapat membantu memperkuat paru-paru. Jenis pernapasan ini juga membantu orang dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Jenis pernapasan ini akan meningkatkan kesadaran otot diafragma.

2. Olahraga

Olahraga teratur dapat membangun kekuatan dan meningkatkan fungsi otot. Ketika Anda berolahraga secara teratur, otot-otot membutuhkan lebih sedikit oksigen dan lebih sedikit karbon dioksida, yang dapat membantu paru-paru berfungsi dengan baik.

3. Cukup Hidrasi

Tetap terhidrasi sangat penting untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Minum air putih sepanjang hari membantu menjaga lapisan dalam di paru-paru tetap lembab, yang membantu menguatkan paru-paru.

4. Peregangan Tubuh

Postur tubuh Anda juga penting dalam hal meningkatkan fungsi paru-paru Anda. Jangan membungkuk sambil berdiri atau duduk. Sebaliknya duduk dan berdiri dengan punggung lurus dan dada terangkat. Regangkan tubuh jika sudah dalam satu posisi terlalu lama.

Sumber: jawapos.com

Baca Juga

deras.co.id

Gubernur Bobby Nasution Tegur PLN Sumut, Minta Kompensasi bagi Masyarakat Terdampak Pemadaman

DERAS.CO.ID – MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegur PT PLN …