Palu, Hari kelima pascabencana gempa dan tsunami yang menimpa masyarakat Palu, Sigi, Parigi Wutong, dan Donggala, Sulawesi Tengah masih menghadapi kesulitan. Dari pantauan SINDOnews di Palu saat ini memang benar-benar sulit. Bandara dan pelabuhan masih belum bisa beroperasi sepenuhnya, lalu lintas mereka hanya di prioritaskan untuk penggunaan pesawat, dan kapal-kapal militer. Hal ini mengakibatkan kebutuhan logistik terpenuhi hanya mengandalkan dari bantuan.
Kebutuhan makanan dan air minum di Palu sangat mendesak. Bantuan sudah berdatangan tapi pembagiannya masih belum merata. Selain itu bantuan yang datang saat ini baru dari udara dan laut. Logistik baik saneang dan pangan yang melalui jalur darat banyak yang habis di jarah dan dirampas di daerah-daerah sebelum memasuki kota Palu.
Nampak juga banyak maayarakat yang mengaduu ke berbagai posko di sekitar Kota Pola. Mereka membutuhkan beberapa barang juga sangat mendesak yaitu tenda/terpal, selimut, pembalut wanita, popok bayi, dan obat-obatan.
Baca juga: Bantu Tsunami Sulteng, Prabowo: Kami Persilahkan Pemerintah Gunakan Sumber Daya Kami

Hari (32) merupakan masyarakat Kota Palu yang menyatakan agar pemerintah bisa memenuhi pasokan kebutuhannya. Bahkan dia menyatakan masyarakat Palu tak butuh uang, makanan dan air minumlah kebutuhan prioritas hari ini. “Kami sudah tidak butuh uang, yang kami minta air minum, makanan dan obat saja untuk yang sakit,” katanya.
Sampai saat ini pun listrik di Kota Palu belum juga menyala, kebutuhan bahan bakarpun masih langka. Berdasarkan informasi hari ini Presiden Joko Widodo akan kembali berkunjung ke daerah-daerah yang masih sulit evakuasi paaca bencana. Presiden dikabarkan akan berkunjung ke Kelurahan Petobo, Rs Wirabuana, Hoter Roa Roa juga Sigi dan Donggala.
Sumber: sindonews.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!