Tuesday , August 4 2026
Beranda / Olah Raga / 13 Pemain yang Patut Diperhatikan di Fase Grup Europa League 2016/17
deras.co.id

13 Pemain yang Patut Diperhatikan di Fase Grup Europa League 2016/17

Perhelatan Europa League akan segera dimulai. Kendati dipandang sebagai kompetisi nomor dua di Eropa setelah Champions League, namun Europa League juga memiliki daya tariknya tersendiri. Terutama mengingat tidak sedikit klub-klub elit yang bertarung di dalamnya, yang tentunya, bermaterikan pemain-pemain papan atas Eropa.

Para raksasa seperti AS Roma, Schalke 04, dan bahkan Manchester United, akan turut menghiasi Europa League musim ini. Tentunya, hal ini akan memberikan warna tersendiri bagi peta persaingan di kompetisi tersebut.

Oleh karena itu, berikut kami rangkum 13 pemain yang patut diperhatikan sepak terjangnya selama fase grup Europa League 2016/17.

1. Manchester United – Paul Pogba

Sebagai tim yang paling diunggulkan di Europa League musim ini, tentu saja seluruh perhatian publik akan mengarah kepada Manchester United. Lebih spesifik, perhatian tersebut akan tercurah kepada sosok Paul Pogba.

Dengan status pemain termahal dunia saat ini, sosok Pogba diharapkan mampu membawa United menuju kejayaan musim ini, baik di kancah Premier League maupun Europa League. Jika sang bintang mammpu mereplika konsistensinya kala masih berseragam Juventus, melaju ke final Europa League 2016/17 bukanlah hal yang mustahil bagi United.

2. Inter Milan – Gabigol

Pembelian termahal kedua oleh Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2016, nama Gabrile Barbossa, atau Gabigol, mulai akrab di telinga publik sebagai The Next Neymar. Harga 25 juta pound pun ditebus oleh Inter Milan untuk membawanya dari Santos, padahal usianya baru menginjak 20 tahun.

Kiprahnya di Santos tidak biasa-biasa saja, mengingat dia mampu menorehkan 24 gol dari 83 laga semenjak debutnya musim 2013/14. Gabigol juga menjadi pilar penting kala Brasil meraih medali emas pada olimpiade 2016.

Dengan segudang potensi yang dimiliki, patutu diperhatikan apakah sang pemain muda ini mampu memenuhi ekspektasi yang disematkan atasnya.

3. Schalke 04 – Leon Goretzka

Didatangkan dari VFL Bochum sejak musim 2013/14, Goretzka baru berhasil menembus tim inti Schalke di musim 2016/17 setelah tampil apik sebagai gelandang serang di dua laga awal.

Masih berusia 21 tahun, Goretzka mengemban tugas berat sebagai kreator serangan Schalke 04, terutama seiring dengan kepergian Leroya Sane ke Manchester City. Namun dengan bakat yang dimilikinya, ditambah kepercayaan dari pelatih Markus Weinzierl, Goretzka dapat menjadi gelandang serang terbaik di Grup I.

4. AS Roma – Mohamed Salah

Menjalani masa peminjaman yang sukses dari Chelsea sepanjang musim 2015/16, membuat AS Roma setuju untuk mempermanenkan pemain asal Mesir ini dengan harga 12,75 juta pound pada bursa transfer musim panas 2016.

Keputusan tersebut terhitung tepat mengingat kontribusi Salah yang signifikan musim lalu. pemain 24 tahun ini mencetak 15 gol dan dua assist untuk membantu Roma menempati posisi ke-3 Serie A 2015/16.

Kini berstatus sebagai pemain AS Roma, Salah punya tugas untuk membuktikan kepada mantan klubnya (Chelsea) bahwa dirinya pantas disejajarkan dengan para pemain papan atas Eropa.

5. Villarreal – Roberto Soriano

Satu dari beberapa pemain baru yang didatangkan oleh Villarreal musim 2016/17, Roberto Soriano menjadi salah satu pembelian terpenting The Yellow Submarine yang awal musim ini dihantui oleh cedera para penyerang mereka.

Berposisi sebagai pemain sayap maupun gelandang serang, peran Soriano akan krusial sebagai sumber kreativitas dari Villarreal. Terutama untuk memaksimalkan potensi dari striker baru Villarreal, Nicola Sansone.

6. OGC Nice – Mario Balotelli

Para penngemar sepak bola musim ini cukup beruntung karena mereka dapat kembali meyaksikan aksi striker bengal, Mario Balotelli, di kancah Eropa. Balotelli akan merumput di Europa League bersama OGC Nice setelah dilepas oleh Liverpool di bursa transfer musim panas 2016.

Sejauh ini, striker Italia berusia 26 tahun ini telah menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan menorehkan dua gol di laga debutnya kala Nice mengalahkan Marseille 3-2. Jika mampu mengontrol emosi dan kelakuannya, Balotelli dapat menjadi kejutan mematikan bagi tim lawan di Grup J.

7. Astra Giurgiu – Denis Alibec

Mungkin tidak ada yang pernah mendengar nama klub Rumania satu ini, namun nama Astra Giurgiu seketika menjadi terkenal kala mereka berhasil menyingkirkan tim elit Premier League, West Ham United, di babak kualifikasi Europa League 2016/17.

Salah satu aktor utama dari keberhasilan Giurgiu kala itu adalah striker Denis Alibec. Striker timnas Rumania ini mencetak satu gol ke gawang West Ham untuk membuat agregat menjadi 2-1 untuk klub Rumania tersebut. Ketajamannya di musim 2015/16 juga tidak bisa dianggap remeh dengan torehan 19 gol dan 14 assist, yang sekaligus membawa Giurgiu menguasai liga Rumania musim lalu.

8. ACF Fiorentina – Cristian Tello

Pemain pinjaman dari Barcelona ini telah berseragam La Viola semenjak musim 2015/16 setelah sebelumnya dipinjamkan ke Porto. Berposisi utama sebagai sayap kiri, Tello sejatinya memiliki bakat serta ketangkasan di atas rata-rata sebagai seorang winger.

Sayangnya pemain 25 tahun ini nampaknya belum mampu meyakinkan Barcelona untuk memulangkannya ke Camp Nou. Dengan kesempatan bermain di tim inti terbuka lebar di Fiorentina, mungkin ini menjadi musim terakhir baginya untuk mampu meyakinkan Barcelona agar membawanya kembali di akhir musim melalui penampilan konsisten di Europa League.

9. Southampton – Nathan Redmond

Tidak berlebihan jika menyebut awal musim Southampton di Premier League sebagai sebuah kekacauan. Dua kekalahan, dan dua hasil imbang dari empat laga awal menjadi bukti instabilitas dari The Saints, yang kini terperosok ke peringkat 18 klasemen.

Perjalanan mereka di Europa League pun tidak akan mudah mengingat mereka berada di satu grup bersama Inter Milan. Namun, jika ada sosok yang mampu menjadi titik terang bagi The Saints, mungkin Nathan Redmond lah orangnya.

Penyerang yang baru dibeli dari Norwich City tersebut memiliki kecepatan sebagai seorang winger kanan. Sayangnya penyelesaian akhir menjadi masalah pemain 22 tahun ini. Kendati demikian, bisa saja Redmond menunjukkan potensi maksimalnya di Europa League, terutama jika para striker The Saints mampu beroperasi dengan lebih efisien.

10. Ajax Amsterdam – Davy Klaassen

Menjabat kapten Ajax Amsterdam di usia yang masih 23 tahun menjadi satu bukti dari kualitas yang dimiliki oleh seorang Davy Klaassen. Produk akademi Ajax ini telah menjadi bagian penting skuat utama de Joden semenjak musim 2011/12.

Posisinya sebagai gelandang serang di tim pun tidak tergantikan. Musim 2015/16, Klaassen menjadi motor serangan Ajax kala mereka menjadi runner-up Eredivisie melalui torehan 15 gol dan 10 assist dari 41 laga.

Musim 2016/17 pun Klaassen tidak kalah produktif dengan mencetak empat gol dan satu assist dari lima laga pertama Eredivisie.

11. Fenerbahce – Ozan Tufan

Baru berusia 21 tahun, pemain kelahiran 23 Maret 1995 ini telah menjadi pemain reguler di lini tengah Timnas Turki dan Fenerbahce sejak didatangkan dari Bursaspor musim 2015/16.

Berposisi sebagai gelandang tengah, Tufan menjadi jenderal lini tengah Fenerbahce dengan tingkat intersepsi (16) dan tekel berhasil (21) cukup tinggi di SuperLig musim lalu. Tufan juga turun hampir di semua laga Fenerbahce musim 2015/16 dengan menjadi starter sebanyak 25 kali.

Musim ini perannya akan makin krusial. Jika dia mampu mengontrol lini tnegah Fenerbahce dengan baik, bukan tidak mungkin Fenerbahce akan mampu menyaingi Manchester United di grup A.

12. Feyenoord – Dirk Kuyt

Usia yang beranjak tua nampaknya tidak menjadi penghalang bagi beberapa pemain untuk terus menjadi andalan klubnya. Hal tersebut berlaku pula bagi Dirk Kuyt. Meski sudah menginjak usia 36 tahun, mantan pemain Liverpool ini masih konsisten menjaga penampilannya.

Bergabung kembali dengan Feyenoord sejak musim 2015/16, sang kapten nampaknya belum kehilangan ketajamannya. Berposisi sebagai gelandang serang, Kuyt mampu mencetak 23 gol dari 38 laga musim 2015/16. Sedangkan musim ini, dia telah tiga kali merobek gawang lawan dari lima laga pertama Eredevisie.

Berstatus sebagai kapten sekaligus legenda klub, Feyenoord akan sangat memerlukan inspirasi dari Kuyt jika ingin lolos dari Grup A yang dihuni Manchester United dan Fenerbahce.

13. Athletic Bilbao – Aritz Aduriz

Kendati memiliki deretan bintang muda seperti Inaki Williams, Iker Munain, dan Aymeric Laporte, namun nama yang paling menonjol dari skuat Bilbao masih dipegang oleh striker veteran Aritz Aduriz.

Pemain berusia 35 tahun tersebut masih menjadi tumpuan utama Bilbao di lini depan, dan nampaknya masih belum kehilangan ketajamannya. Sepanjang musim 2015/16, pemain yang pernah memperkuat Real Valladolid dan Real Mallorca ini mampu menorehkan 36 gol dan 12 assist dari 55 laga.

Ketajamannya tersebut sekaligus mengantarkan Bilbao melaju ke perempat final Europa League dan menempati posisi ke-5 klasemen La Liga. Dengan ketiadaan striker lain di skuat utama Bilbao, Aduriz sekali lagi akan menjalani peran krusial musim ini.

Sumber  : www.ftb90.com

 

Baca Juga

deras.co.id

Bersama Bobby Nasution, Ribuan Masyarakat Nias Nikmati Serunya Final Piala Dunia 2026

DERAS.CO.ID – GUNUNGSITOLI – Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Kota Gunungsitoli untuk menyaksikan siaran langsung final …