Sunday , June 14 2026
Beranda / Edukasi / Tim Riset UNIMED-UNY Kembangkan Model Pembelajaran Berbasis Geopark Kaldera Toba untuk Tingkatkan Literasi Ekologi Siswa
deras.co.id

Tim Riset UNIMED-UNY Kembangkan Model Pembelajaran Berbasis Geopark Kaldera Toba untuk Tingkatkan Literasi Ekologi Siswa

Medan, DERAS.CO.ID – Tim peneliti dari Universitas Negeri Medan (UNIMED) berkolaborasi dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis Geopark Kaldera Danau Toba yang terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ekoliterasi (eco-literation) siswa dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

Penelitian yang didanai melalui Program Riset Kolaborasi LPTK Indonesia (RKLI) Mitra 2025 ini diketuai oleh Prof. Dr. rer. nat. Binari Manurung, M.Si, Guru Besar Pendidikan Biologi UNIMED, bersama Dr. Agung Setia Batu Bara, S.Pi, dan mahasiswa Yusnidar Sihombing. Tim mitra dari UNY terdiri dari Dr. Anggi Tias Pratama, Rio Christy Handziko, Dr. Ir. Suhartini, dan Muhammad Iqbaal Al Hamid.

Model pembelajaran yang diberi nama Geopark Socio-Scientific Issues (GSSI) berbasis biosentris ini menggabungkan isu-isu sosial kontroversial yang terjadi di kawasan geopark dengan pembelajaran sains di sekolah. Penelitian dilakukan di dua kawasan geopark berstatus UNESCO Global Geopark, yaitu Kaldera Toba di Sumatera Utara dan Karst Gunung Sewu di Yogyakarta.

“Geopark Danau Toba terbentuk dari letusan supervolcano sekitar 74.000 tahun lalu dan menyimpan kekayaan hayati luar biasa, termasuk flora endemik dan fauna khas. Namun selama ini belum ada pembelajaran biologi inovatif yang mengaitkan potensi geopark dengan kurikulum sekolah,” ujar Prof. Binari Manurung.

Penelitian menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) melalui empat tahap, yaitu analisis, pengembangan, iterasi, dan refleksi. Uji coba terbatas dilakukan di SMA Negeri 2 Balige (kawasan Danau Toba) dan SMA Negeri 1 Karangmojo (kawasan Gunung Sewu) dengan metode eksperimen semu pada siswa kelas X.

Hasil penelitian menunjukkan dampak signifikan. Pada kelas yang menerapkan model GSSI, rata-rata skor pengetahuan ekoliterasi siswa mencapai 85,11 (kategori tinggi), jauh lebih baik dibandingkan kelas konvensional yang hanya mencapai 66,77 (kategori sedang). Begitu pula pada sikap peduli lingkungan, kelas GSSI memperoleh rata-rata 89,91 dibandingkan 79,61 pada kelas konvensional.

“Siswa yang belajar dengan pendekatan SSI memiliki pemahaman yang jauh lebih komprehensif terkait penyebab, dampak, dan upaya mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati di Kaldera Toba, mulai dari kebakaran hutan, deforestasi, hingga pencemaran limbah,” jelas tim peneliti.

Selain mengembangkan model pembelajaran, tim juga melakukan identifikasi keanekaragaman hayati di Geosite Batu Basiha, Balige, Kabupaten Toba. Hasilnya, ditemukan sedikitnya 11 spesies tumbuhan paku (Pteridophyta) yang berpotensi menjadi aset ekowisata, antara lain Cyclosorus interruptus, Nephrolepis exaltata, Asplenium nidus, dan Alsophila glauca.

Temuan ini telah dipresentasikan dalam The 1st International Conference on Geotourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark pada Juli 2025, serta menghasilkan dua Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa booklet “Flora dan Fauna Langka Kaldera Toba” dan booklet “Keanekaragaman Paku-Pakuan (Pteridophyta) di Geosite Batu Basiha”. Artikel ilmiah dari penelitian ini juga sedang dalam proses review di International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE).

Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan kurikulum berbasis geopark di sekolah-sekolah lain di Indonesia.

Baca Juga

deras.co.id

Curi Besi Stadion Teladan, Empat Terdakwa di Medan Divonis 2 Tahun 10 Bulan Penjara

DERAS.CO.ID – MEDAN, KOMPAS.com – Terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencurian, empat …