European Space Agency (ESA) mengabarkan wahana pendarat komet, Philae, telah “terbangun” dan menghubungi bumi setelah tujuh bulan mengalami hibernasi. Philae adalah wahana pertama yang berhasil mendarat di permukaan komet. Wahana tersebut turun ke permukaan komet 67 P setelah melepaskan diri dari wahana induknya, Rosetta, pada November 2014 lalu. Philae langsung …
Selengkapnya »Akhir Abad Ini, Everest Tak Akan Punya Es Lagi
KOMPAS.com — Lewat sebuah studi, ilmuwan memprediksi bahwa pada akhir abad ke-21 gletser di Everest akan jauh berkurang. Dalam skenario terburuk, jumlah gletser yang akan hilang bisa mencapai 99,9 persen atau bisa dibilang hilang. “Sinyal perubahan gletser di masa depan jelas, pasti berlanjut dan kemungkinan meningkat kecepatannya seiring proyeksi naiknya temperatur,” …
Selengkapnya »Produsen Didorong Gunakan Plastik Mudah Terurai
JAKARTA, KOMPAS.com – Tingginya persentase sampah anorganik termasuk plastik, yang diperkirakan mencapai lebih dari 15.000 ton per hari, membuat pemerintah terus mendorong produsen untuk menggunakan plastik yang mudah terurai secara alami. “Perbandingan persentase sampah organik dan anorganik tidak terlalu tinggi. Di tahun 2015 sepertinya kecenderungan sampah plastik meningkat, karena itu kita …
Selengkapnya »Nama Kadal Purba Ini seperti Mantra Terlarang di Harry Potter
KOMPAS.com — Di daerah pertambangan di wilayah Gloucestershire, Inggris, telah ditemukan fosil kadal purba oleh tim ilmuwan dari University of Bristol. Menurut mereka, spesies kadal purba itu tidak pernah ditemukan sebelumnya. Clevosaurus sectumsemper, begitu jenis kadal itu dinamakan. Bagi para penggemar novel fiksi Harry Potter, mungkin akan merasa familiar setelah membaca nama …
Selengkapnya »Spesies Baru Dinosaurus Bertanduk Ini Dijuluki “Hellboy”
Ahli menjuluki dinosaurus ini “Hellboy” karena tanduknya yang begitu unik. Fosil tersebut berasal dari spesies dinosaurus yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Fosil-fosilnya pertama kali ditemuan tepatnya 10 tahun lalu oleh seorang geolog Peter Hews di sekitar Sungai Oldman, Kanada. Melalui jurnal Current Biology, Dr. Caleb Brown dari the Royal Tyrrell Museum …
Selengkapnya »Penemu Teknologi Lubang Biopori Terima Kalpataru
BOGOR, KOMPAS.com – Bertepatan dengan Peringatan Hari Lingkungan Hidup, Jumat (5/6/2015), staf pengajar Institut Pertanian Bogor, Kamir R Brata, mendapat penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kategori Pembina Lingkungan Hidup Berprestasi. Presiden Joko Widodo memberikan langsung penghargaan itu kepada penemu teknologi lubang resapan biopori tersebut. Kamir mengatakan, lubang resapan biopori …
Selengkapnya »Aplikasi Face Off, Absensi untuk Perkantoran Berbasis Wajah
Mitrainvestor.co.id – Face Off adalah produk aplikasi absensi dengan menggunakan sensor wajah. Dengan kecanggihan teknologi buatan dalam identifikasi wajah lalu dirangkai dengan aplikasi pengolahan data absensi dan disesuaikan dengan sistem managemen perusahaan maka perusahaan akan mendapatkan beberapa manfaat diantaranya : Memudahkan pengawasan karena dilakukan oleh mesin dan mengurangi kecurangan atau titip …
Selengkapnya »Adakah Tempat Tanpa Kehidupan di Bumi?
KOMPAS.com — Di Gurun Atacama di Cile utara, sepertinya tidak akan ada makhluk yang bisa bertahan hidup. Bagaimana tidak? Ini adalah salah satu tempat paling kering di permukaan Bumi. Pada salah satu bagiannya bahkan tidak terjadi hujan dalam 50 tahun. Tidak setetes pun. Alonso de Ercille, seorang penyair, pada 1569 menulis, “Menuju …
Selengkapnya »ALS dan Cerita tentang Jiwa yang Terpenjara dalam Tubuh Kaku
KOMPAS.com – Bayangkan jika pikiran dan hasrat masih membara namun Anda terpenjara dalam tubuh kaku, tubuh yang bahkan tak cukup punya kekuatan otot guna menggerakan mulut untuk bicara dan menelan makanan, seperti fisikawan Stephen Hawking. Tersiksa karena terus diam, stres sebab mesti menahan segala keinginan, dan terisolasi karena tak bisa berkomunikasi. …
Selengkapnya »Memburu Jejak Sang Ratu Kidul
KOMPAS.com – Pantai selatan Jawa diyakini berulang kali dilanda tsunami raksasa dengan periode perulangan 675 tahun. Namun, bukti-bukti sejarah yang tercatat sangat minim. Oleh karena itu, dibutuhkan metode lain untuk membuktikannya, salah satunya melalui penggalian deposit tsunami yang tertinggal di dalam tanah. Metode penggalian deposit tsunami pada masa lalu atau dikenal …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!