Wabah virus corona (COVID-19) mengharuskan orang-orang untuk berada di rumah guna mencegah penyebaran virus. Pemerintah dan organisasi kesehatan di seluruh dunia meminta agar orang-orang tinggal di rumah sebisa mungkin, dikutip Ubergizmo.
Meskipun imbauan atau anjuran telah diinformasikan, namun nyatanya manusia masih berkeliaran dan menempuh perjalanan, terutama yang terpantau di Amerika Serikat (AS). Peta panas atau heat map menunjukkan bahwa di Negeri Paman Sam, masih ada orang yang bepergian dan bergerak selama wabah virus ini.
Peta ini dihasilkan oleh Tectonix berdasarkan data lokasi ponsel yang dikumpulkan oleh X-Mode. Menurut X-Mode, mereka mengklaim bahwa data ini telah dianonimkan, yang berarti bahwa lokasi ponsel tidak terkait dengan identitas pengguna, dan itu hanya untuk menunjukkan di mana orang-orang pada umumnya.
Want to see the true potential impact of ignoring social distancing? Through a partnership with @xmodesocial, we analyzed secondary locations of anonymized mobile devices that were active at a single Ft. Lauderdale beach during spring break. This is where they went across the US: pic.twitter.com/3A3ePn9Vin
— Tectonix GEO (@TectonixGEO) March 25, 2020
Tectonix kemudian mengambil data itu dan membuat peta, di mana mereka secara khusus mengasah perangkat yang terdeteksi bergerak antara 3 mil hingga 10 mil per jam, menunjukkan bahwa ini adalah orang-orang yang bergerak dengan sepeda atau skuter.
Ini cukup mengkhawatirkan melihat berapa banyak orang yang masih keluar selama krisis seperti ini. Setidaknya, data ini membantu pihak berwenang lebih memahami bagaimana virus menyebar.
Sumber: okezone.com
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!