Tuesday , August 4 2026
Beranda / Featured / Tiga Capres Beda Gagasan
deras.co.id
DEBAT KELIMA: Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto (tengah) menyampaikan pandangannya disaksikan Capres nomor urut 1 Anies Baswedan (kiri) dan Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo (kanan) saat debat kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2).

Tiga Capres Beda Gagasan

DERAS.CO.ID – Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar debat kelima atau debat pamungkas Pilpres 2024, Minggu (4/2) malam. Sebelum acara dimulai, ketiga pasangan calon presiden dan wakil presiden saling bersalaman.

BEDA GAGASAN

Tiga calon presiden menyampaikan gagasan berbeda soal pembangunan pabrik handphone (HP) dalam negeri. Hal itu disampaikan para capres dalam debat kelima Pilpres 2024.

“Kedaulatan teknologi informasi Indonesia terancam, impor ponsel tahun 2023 mencapai Rp 30 triliun padahal untuk membangun pabrik ponsel hanya membutuhkan investasi sekitar setengah triliun rupiah, apa langkah strategis paslon membangun kedaulatan manufaktur telekomunikasi dan teknologi informasi di Indonesia?” demikian pertanyaan dari panelis yang dibacakan oleh moderator debat Pilpres, Minggu (4/2).

Anies lalu menjawab pertanyaan tersebut. Dia awalnya bicara gagasan peningkatan kualitas manusia dan inovasi sektor teknologi informasi secara pairing atau berpasangan dengan mendatangkan pakar untuk alih teknologi bersama.

Dia juga memaparkan perlunya investasi padat karya di sektor teknologi informasi yang didukung dengan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Menurutnya, hal itu dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Yang tak kalah penting adalah terkait pembangunan ini adalah perlindungan atas hak intelektual yang nanti akan terkait industri manufaktur terkait di sini,” ucapnya.

“Kami memandang investasi padat modal seperti ini, padat karya, akan memungkinkan Indonesia untuk lompat lebih cepat,” sambung Anies.

Kemudian, giliran Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto menanggapi. Dia mengatakan perlu kehendak politik jika ingin membangun pabrik yang diperkirakan membutuhkan dana setengah triliun rupiah.

“Kalau memang hanya setengah triliun, perlu kehendak politik, ya bangun itu pabrik. Segera,” ujarnya.

Dia juga mengatakan, perlu mendidik anak Indonesia di bidang sains, teknologi, engineering dan matematika. Dia juga punya program memberi 10 ribu beasiswa untuk kedokteran dan bidang sains teknologi untuk dikirim ke luar negeri.

“Yang penting kehendak politik, ya bangun pabrik itu,” ujarnya.

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo kemudian mengatakan sebenarnya sudah ada industri swasta yang membuat gawai atau gadget. Dia mengatakan, harga barang dari pabrik itu lebih terjangkau dan bisa membantu produsen dalam negeri jika masuk ke ekatalog.

“Kita bisa menugaskan kepada PT LEN kalau nggak salah dulu pernah akan dibuat ini, satu komputer, satu laptop maksimum Rp 1 juta,” ucapnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus memberi penugasan yang jelas untuk produksi teknologi industri. Dia mengatakan, pemerintah juga bisa menggandeng merek-merek besar untuk membuat pabrik di Indonesia.

“Di India pernah dilakukan, sehingga transformasi pengetahuan, teknologinya bisa dilakukan,” ujarnya.

Dia meyakini hal itu dapat membuat Indonesia bisa tidak terlalu tergantung pada impor produk teknologi informasi.

Anies kemudian mendapat giliran untuk menanggapi lagi. Dia mengatakan negara merupakan regulator dalam hal ini.

“Ketika sampai kepada kegiatan praktis, maka pendekatannya kolaboratif. Negara adalah regulator, dan negara memberikan ekosistem yang sehat. Panggil pelaku yang selama ini terlibat, baik swasta maupun BUMN, sampaikan ada kebutuhan membangun pabrik telepon seluler,” ujarnya.

Dia mengatakan, bukan negara yang membangun. Negara, katanya, harus menyiapkan apa yang dibutuhkan mulai dari kemudahan perizinan, modal ataupun urusan pajak.

TIDAK SETUJU

Pada sesi debat, Prabowo Subianto, bertanya kepada Ganjar Pranowo terkait masalah gizi anak-anak di Indonesia. Prabowo, menanyakan apakah Ganjar setuju dengan programnya terkait pemberian makan siang gratis untuk mencegah stunting di Indonesia. Pada sesi ini juga terlihat adanya perbedaan gagasan.

“Pak Ganjar kita mengetahui masalah sangat penting yang dihadapi bangsa kita adalah bahwa banyak sekali anak-anak kita yang kekurangan gizi, stunting. Saya ingin bertanya apakah bapak setuju dengan gagasan saya untuk memberi makan bergizi untuk seluruh anak-anak Indonesia untuk mengatasi masalah stunting dan menghilangkan kemiskinan ekstrim dan mengurangi angka kematian ibu-bu pada saat melahirkan?” tanya Prabowo.

Ganjar lalu menjawab pertanyaan Prabowo. Dia mengaku tidak setuju terhadap gagasan dari Prabowo. Menurut Ganjar, program makan siang gratis dari Prabowo tidak menjawab persoalan stunting di Indonesia.

“Kalau ngasih makannya kepada anak-anak untuk mencegah stunting, saya sama sekali tidak setuju bapak karena bapak terlambat,” jawab Ganjar.

Ganjar mengatakan persoalan anak stunting harus dicermati sejak anak masih dalam kandungan. Dia menilai pemberian gizi kepada ibu hamil lebih tepat dalam mengatasi stunting.

“Stunting itu ditangani sejak bayi dalam kandungan ibunya yang dikasih gizi. Kalau kemudian gizinya baik mereka lakukan cek rutin, maka akan ketahuan bahwa dia, ibunya sehatnya anaknya pertumbuhannya dilihat. Kalau bapak ngasih gizi kepada ibu hamil ah itu baru setuju saya. Nanti dia akan lahir ibunya selamat karena diperiksa,” jelas Ganjar.

Menurut Ganjar, program makan siang gratis dari Prabowo bukan untuk menjawab persoalan stunting di Indonesia. Sambil berseloroh Ganjar mengatakan program itu harus dicermati agar tidak menghasilkan generasi yang obesitas.

“Kalau sudah lahir dan tumbuh mungkin bukan stunting, itu gizi buruk. Kalau gizi buruk bapak mau memperbaiki boleh. Jadi jangan sampai confuse antara stunting dan pemberian makan. Jadi makannya jangan banyak-banyak nanti kekenyangan. Jangan sampai nanti terjadi obesitas,” pungkas Ganjar.

DEBAT

Ganjar dan Prabowo juga terlibat perdebatan terkait adu program. Keduanya membandingkan program internet gratis dengan makan siang gratis.

Ganjar awalnya mempertanyakan riwayat pernyataan Prabowo yang mengatakan internet gratis untuk otak lamban. Keterangan itu, kata Ganjar, tidak sesuai dengan gagasan digital yang kerap didengungkan cawapres Prabowo, Gibran Rakabuming Raka, di banyak kesempatan.

“Saya punya program internet gratis untuk sekolah untuk UMKM. Tapi di Pontianak tanggal 20 Januari Bapak menyampaikan bahwa orang yang menginginkan internet gratis maaf ini Pak otaknya lamban. Cawapres bapak bicara IOT, hilirisasi digital dan banyak program yang berbau digital,” kata Ganjar.

Ganjar lalu bertanya kepada Prabowo terkait fakta adanya kesenjangan digital di Indonesia versi data BPS. Dia lalu meminta Prabowo menjelaskan cara mengentaskan persoalan tersebut.

“Dari BPS menyampaikan kondisi ketimpangan digital ini sangat tinggi di tempat kita. Setuju tidak bapak untuk memperbaiki ketimpangan digital ini dan bagaimana caranya?” tanya Ganjar.

Prabowo lalu menjawab tudingan dari Ganjar soal otak lamban. Dia menilai Ganjar tidak menerima secara utuh. Prabowo menjelaskan internet gratis bagus, namun masyarakat lebih butuh makan siang gratis.

“Mungkin tidak lengkap yang bapak dengar ucapan saya. Yang saya katakan adalah yang mana yang lebih penting internet gratis atau makan gratis untuk orang yang sedang susah, untuk orang miskin, untuk orang kalangan bawah,” ucap Prabowo.

Prabowo mengaku tidak mempersoalkan gagasan Ganjar terkait internet gratis. Namun, ia menilai program makan siang gratis yang digagasnya lebih penting untuk diprioritaskan.

“Kalau internet gratis saya setuju, (tapi) jangan internet gratis lebih dipentingkan dari makan gratis. Makan ini mutlak untuk rakyat kita. Mereka harus makan, anak-anak haru makan orang miskin harus makan. Kalau internet gratis bagus untuk ketimpangan digital dan sebagainya,” pungkas Prabowo.

Ganjar juga menilai pernyataan itu sangat sadis.

“Inilah hebatnya kalau internetnya bagus pak, jejak digitalnya tidak akan pernah hilang Pak Prabowo, maka statement bapak yang hari ini mencoba mengklarifikasi, rasa-rasanya di publik sudah lewat pak, karena pertanyaan bapak sangat clear dan membandingkan itu, maka kalau kita bicara orang yang pilih internet gratis, otaknya, maaf, lamban, saya kira statemen itu sangat sadis,” kata Ganjar.

Ganjar menyebut yang harus dilakukan saat ini yakni memenuhi kebutuhan internet di seluruh desa. Dia menyebut ada 12 ribu desa yang masih belum terjangkau internet.

Prabowo lantas menjawab Ganjar. Dia menyebut internet gratis juga penting, namun makan gratis jauh lebih utama.

HENTIKAN LIBERALISASI

Ganjar Pranowo juga menjawab pertanyaan dari Anies Baswedan tentang masalah skema pembiayaan UKT menggunakan pinjaman online (pinjol). Ganjar menegaskan liberalisasi pendidikan harus dihentikan.

“Yang pertama hentikan liberalisasi pendidikan, hentikan hari ini. Berikanlah kepada para mahasiswa kita proporsi yang benar,” kata Ganjar.

Ganjar lalu menjelaskan mengenai program paslon 03 tentang satu sarjana dalam satu keluarga miskin. Program tersebut, kata Ganjar, agar mahasiswa tidak disibukkan dengan masalah seperti UKT.

“Kenapa Ganjar-Mahfud punya program satu keluarga miskin satu sarjana agar mereka tidak direpotkan pada persoalan ini,” ujar Ganjar.

Selain itu, Ganjar mengatakan penghentian liberalisasi harus diimbangi dengan proporsionalitas kepada mereka selaku penerima. Menurut dia, mereka yang kurang mampu harus mendapatkan bantuan pemerintah.

“Maka liberalisasi yang mesti dihentikan ini menurut saya mesti diimbangi dengan proporsionalitas kepada mana yang mampu dan mana yang kurang mampu. Yang kurang mampu. Yang kurang mampu mesti mendapatkan intervensi dari pemerintah dan tentu saja apa yang mesti dikerjakan perguruan tinggi pun dia harus bisa menunjukkan bahwa UKT ini dengan klaster-klaster pembiayaan seperti ini diperuntukkan untuk kalangan yang memang sesuai dengan strata mereka,” ujar Ganjar.

Dalam sesi tanya jawab antarcapres, Anies bertanya kepada Ganjar mengenai masalah UKT yang menggunakan pinjol. Menurut Anies, kampus seharusnya menjadi tempat yang merdeka.

“Pak Ganjar ini pertanyaan saya terkait UKT yang mahal itu. Kampus memang seharusnya merdeka dan memerdekakan, dan kampus merdeka itu baik tapi bukan berarti merdeka untuk menaikkan ongkos, bukan berarti menggunakan segala cara untuk bisa mendapatkan dana dari mahasiswanya,” kata Anies.

Anies menilai kampus itu seharusnya tak bisa menggunakan segala cara untuk mendapatkan dana dari mahasiswa. Dia lalu menanyakan Ganjar untuk solusi terkait masalah ini.

JANGAN DIRAPEL

Di kesempatan itu, Anies menyebut terkait bantuan sosial (bansos) harus diberikan sesuai kebutuhan calon penerimanya. Dia tidak ingin bansos diberikan secara rapel.

“Karenanya dia (bansos) diberikan sesuai dengan kebutuhan si penerima, kalau penerimanya membutuhkan bulan ini ya diberi bulan ini. Kalau dibutuhkannya 3 bulan lagi, ya 3 bulan lagi, tidak usah dirapel semuanya, dijadikan sebagai sesuai kebutuhan,” kata Anies.

Anies mengatakan pemberian bansos harus tepat sasaran. Menurutnya, pembagian bansos harus melalui pendataan yang baik dan diberikan melalui jalur birokrasi.

“Kemudian kedua pemberian bansos ini harus tepat sasaran, artinya diberikan melalui pendataan yang baik, informasi data harus akurat, dan mekanisme pemberiannya melalui jalur birokrasi, bukan dibagikan di pinggir jalan, tapi dibagikan langsung di lokasi menggunakan jalur birokrasi,” ucap Anies.

Lebih lanjut, Anies ingin bansos harus dipastikan sampai kepada mereka yang miskin hingga masyarakat prasejahtera. Jika terpilih menjadi presiden, Anies akan mengembangkan program bansos ini menjadi bansos plus.

“Karena itu kami menyusun adalah bansos plus, angkanya ditingkatkan, yang belum masuk masih miskin dimasukkan, dan diberikan bekal pelatihan pendampingan supaya mereka pelan-pelan bisa mandiri hidup sejahtera,” imbuhnya.

Anies juga bicara soal perlunya anggaran di bidang pendidikan. Dia mengatakan negara tidak boleh pelit pada bidang pendidikan dan untuk guru.

“Pengeluaran di bidang pendidikan jangan dipandang sebagai cost, sebagai biaya, tapi pandanglah sebagai investasi, karena itu negara jangan pelit kalau bicara tentang investasi di bidang pendidikan, jangan pelit kalau sama guru,” ujar Anies.

Anies mengatakan negara tak boleh memberikan yang paling minim ke guru. Dia mengatakan guru harus mendapat keadilan.

“Jangan pernah kita beri yang seminim mungkin untuk guru, berikan yang adil, sehingga mereka bisa konsentrasi,” ucapnya.

3 JUTA RUMAH

Prabowo menyampaikan visi misinya terkait masalah pendidikan hingga kesejahteraan sosial. Prabowo berjanji akan membangun tiga juta rumah.

“Kita juga akan membangun tiga juta rumah. Untuk mereka yang belum punya rumah,” kata Prabowo.

Prabowo memerinci jumlah rumah itu. Rumah itu akan dibangun di pedesaan hingga pesisir.

“Satu juta di pedesaan, satu juta di pesisir, satu juta di perkotaan,” ungkap Prabowo.

Prabowo juga akan memperbaiki gaji guru. Selain itu, Prabowo juga menjanjikan pemberian pelatihan.

“Kita yakin bahwa pendidikan strategis, kita harus memperbaiki gaji guru, termasuk gaji honorer,” katanya.

“Meningkatkan kompetensi guru, kita harus memberikan pelatihan, penataran,” lanjutnya.

Prabowo juga berjanji akan membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten/kota dan akan membangun puskesmas modern di setiap desa.

“Di bidang kesehatan kami akan membangun rumah sakit modern di setiap kabupaten dan kota. Dan puskesmas modern di setiap desa RI seluruh Indonesia,” ujar Prabowo.

Prabowo juga berjanji akan memperbanyak jumlah dokter di Indonesia. Dia mengungkap Indonesia masih kekurangan sekitar 140 ribu dokter. Tema debat kelima atau terakhir dalam gelaran Pilpres 2024 yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Teknologi Informasi, Kesejahteraan Sosial, dan Inklusi.

“Kami akan segera mempercepat kekurangan dokter di Indonesia. Kita kekurangan sekitar 140 ribu dokter dan itu akan segera kita atasi dengan cara kita akan menambah fakultas kedokteran di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan itu juga menyebut dirinya akan menggenjot fakultas kedokteran di sekolah tinggi di Indonesia. Lalu, dia juga akan memperbanyak beasiswa untuk calon mahasiswa di luar negeri untuk belajar sains hingga teknologi.

“Dari yang sekarang 92 kita akan membangun 300 fakultas kedokteran, kita juga akan mengirim 10 ribu anak-anak pintar dari lulusan SMA kita akan beri beasiswa ke luar negeri untuk belajar kedokteran, dan 10 ribu lagi untuk belajar science, teknologi, engineering dan matematika, kimia, biologi dan fisika. Itu kita rebut teknologi, kita rebut science,” ujarnya.

BENTUK KEMENTERIAN KEBUDAYAAN

Sementara itu, Anies juga menyebut berencana untuk membentuk Kementerian Kebudayaan jika terpilih menjadi presiden. Ide dari Anies itu juga membuat Prabowo Subianto setuju.

Awalnya, Anies bicara terkait kebudayaan menjadi kekayaan Indonesia. Menurutnya, kebudayaan bukan hanya perlu dirawat tapi juga harus terus dikembangkan ke depan.

“Dan budaya itu bukan hanya dirawat, kalau dirawat seakan-akan dia warisan masa lalu saja, budaya itu harus dikembangkan, sehingga terus menerus berkembang,” kata Anies.

Karena hal tersebut, Anies ingin membentuk Kementerian Kebudayaan. Tujuannya menjadi sumber daya untuk diberikan ke para budayawan agar terus tumbuh berkembang.

“Oleh karena itu kami melihat perlu dibentuk dan kami berencana Kementerian Kebudayaan yang nantinya akan menjadi penyalur sumber daya dari negara untuk diberikan kepada kalangan budayawan agar mereka tumbuh berkembang membangun karya-karya kebudayaan yang luar biasa di Indonesia,” ucap Anies.

Pernyataan Anies lalu ditanggapi oleh Prabowo. Dia setuju dengan rencana Anies soal ingin membangun Kementerian Kebudayaan.

“Saya juga setuju itu, kalau saya jadi presiden saya memikirkan Kementerian Kebudayaan. Kalau ide yang baik dari mana pun saya bisa terima dan saya dukung,” ujar Prabowo.

KETIMPANGAN

Sedangkan Capres nomor urut 1 Anies Baswedan mengatakan persoalan terbesar Indonesia adalah ketimpangan. Dia menyebutkan ada sejumlah ketimpangan yang terjadi di Indonesia.

“Persoalan terbesar bangsa kita hari ini, republik kita hari ini adalah ketimpangan, ketidaksetaraan, ketidakadilan,” kata Anies.

“Ketimpangan antara Jakarta dan luar Jakarta, Jawa-luar Jawa, kaya-miskin, desa-kota, pendidikan umum-pendidikan agama, pendidikan kejuruan-pendidikan teknis,” tambahnya.

Dia mengatakan ketimpangan yang terjadi ini membahayakan Indonesia. Dia melanjutkan, ketimpangan juga terjadi di bidang perekonomian di mana segelintir orang menguasai sebagian besar perekonomian masyarakat.

JANJIKAN

Sementara itu, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo bicara soal pentingnya akses kesehatan bagi tiap rakyat Indonesia. Ganjar pun menjanjikan adanya fasilitas kesehatan (faskes) di tiap satu desa.

Hal itu disampaikan Ganjar dalam paparan visi misinya di debat kelima Pilpres 2024. Ganjar awalnya menjelaskan membangun Indonesia terbagi dalam tiga bagian.

“Membangun Indonesia yang beradab kita mulai dari tiga bagian. Kita punya kepribadian dalam kebudayaan dan itu mesti masuk dalam jiwa insan Indonesia dan tentu sajak kesehatan menjadi yang pertama,” kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, langkah preventif menjaga pola hidup sehat memang penting dalam menciptakan kesehatan di masyarakat. Namun, hal itu juga harus diperkuat dengan layanan fasilitas yang memadai.

Ganjar juga mengaku mendapatkan masukan dari kaum buruh untuk segera meninjau ulang Undang-Undang Cipta Kerja.

Ganjar awalnya bicara terkait pentingnya memperhatikan pendidikan yang inklusi. Dia menyebut, pendidikan yang inklusi itu akan berpengaruh pada dunia kerja.

“Tolong betul agar sekolah makin inklusi dan mereka tidak mendapatkan perlakuan yang diskriminatif, setelah itu barulah mereka bekerja. dan tentu saja keterampilan yang dia dapatkan melalui pendidikan yang baik ini akan mendorong atau bisa merespons lapangan kerja yang sangat tebuka dan upah buruh yang baik,” kata Ganjar.

MINTA MAAF

Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan penutup dalam debat kelima Pilpres 2024. Prabowo menyampaikan permintaan maaf kepada dua pesaingnya, yaitu pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Prabowo mengatakan, proses kampanye dalam 4 bulan terakhir terkadang diselipi kata-kata yang keras. Meski demikian, Prabowo meyakini 3 pasangan calon Pilpres 2024 ini mempunyai niat baik.

“Kita baru saja beberapa bulan ini melaksanakan kampanye yang penuh semangat yang penuh dengan kontestasi, kadang-kadang penuh dengan kata-kata yang keras. Tapi itikad kita baik, saya kira tiga paslon ingin yang terbaik untuk rakyat Indonesia,” kata Prabowo.

Prabowo lalu menyampaikan permohonan maaf kepada Anies-Cak Imin dan Ganjar-Mahfud. Dia meminta maaf jika ada perbuatan dan kata yang tidak berkenan selama kampanye di Pilpres 2024.

“Saya atas nama Prabowo-Gibran dan atas nama Koalisi Indonesia Maju minta maaf kepada paslon 1 Pak Anies dan Pak Muhaimin dan paslon 3 Pak Ganjar dan Pak Mahfud seandainya dalam kampanye ini ada kata-kata kami atau perbuatan kami yang kurang berkenan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya. Gibran Rakabuming yang ikut maju ke podium menunjukkan gesture menjura ke pasangan Anies-Imin dan Ganjar-Mahfud.

Prabowo juga meminta maaf kepada KPU. Dia menegaskan pasangan Prabowo-Gibran dan dua paslon lainnya di Pilpres 2024 ingin berbuat yang terbaik kepada masyarakat Indonesia.

“Kami mohon maaf juga kepada KPU seandainya kami bertindak yang kurang pas. Keinginan kita adalah untuk berbuat yang terbaik dan kami selalu berjuang untuk yang terbaik,” pungkas Prabowo.

TAAT PADA TUHAN

Sedangkan Ganjar Pranowo mengungkap 3 janjinya bersama cawapresnya Mahfud Md untuk rakyat. Dia dan Mahfud berjanji akan taat kepada Tuhan, patuh pada hukum dan keadilan, serta setia kepada rakyat.

“Bapak Ibu yang sangat saya hormati, saya dan Pak Mahfud punya 3 janji, taat kepada Tuhan, patuh kepada hukum dan keadilan, dan setia kepada rakyat,” kata Ganjar.

Dia menegaskan, itu janji yang harus ditepati. Menurutnya, rakyat juga tidak boleh lagi dikecewakan.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk melawan dinasti politik.

“Kita harus menjaga proses politik demokrasi dengan baik, kita mesti melawan politik dinasti yang didukung oleh mereka, yang statementnya sangat terbuka menguasai sepertiga kekayaan Indonesia, sungguh-sungguh rakyat merasa terluka karena statement itu,” ujar Ganjar.

Lalu, Ganjar berbicara soal kepentingan keluarga yang sudah menjadi prioritas dibandingkan kepentingan lainnya. Dia berharap bahwa demokrasi di Indonesia tetap berjalan dengan baik.

“Dan yang mengutamakan kepentingan keluarga menjadi di atas kepentingan segalanya. Hari ini kampus berbicara, masyarakat sipil berbicara dan kita sedang diingatkan agar track demokrasi bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan tegas, Ganjar meminta korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) tidak terjadi di masa yang akan datang.

“Dan jangan biarkan KKN subur kembali di Indonesia kita, mesti tegas untuk menegaskan menegakkan hukum,” tegasnya.

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

SMA Shafiyyatul Amaliyyah Gandeng FMIPA UGM, Siapkan Guru Melek STEM & Lulusan Go Global!

DERAS.CO.ID – Yogyakarta – SMA Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Fakultas …