Monday , August 10 2026
Beranda / Featured / Upaya Kudeta Picu Pertempuran Di Sudan
deras.co.id
SERANGAN: Militer melancarkan serangan jet tempur dan pesawat tak berawak ke posisi-posisi paramiliter di dalam dan sekitar ibu kota Sudan, Sabtu (15/4).

Upaya Kudeta Picu Pertempuran Di Sudan

DERAS.CO.ID – Khartum – Pertempuran yang dipicu upaya kudeta terjadi di ibu kota Sudan, Khartoum. Sebanyak 27 orang tewas dan 170 lainnya luka-luka.
Dilansir AFP, Minggu (16/4), pertempuran terjadi antara tentara Sudan dengan paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Ledakan dan tembakan terjadi di jalan-jalan. Paramiliter sendiri mengklaim telah menguasai istana kepresidenan, bandara Khartoum, dan fasilitas vital lainnya.
Tentara membantah klaim tersebut. Angkatan udara Sudan mendesak orang-orang untuk tetap tinggal di dalam rumah karena mereka hendak melanjutkan serangan udara terhadap pangkalan RSF.
Jet tempur berterbangan di langit-langit Sudan. Jendela-jendela dan gedung-gedung apartemen berguncang karena pertempuran itu.
Serikat dokter mengatakan, sedikitnya 27 orang tewas termasuk dua orang di bandara Khartoum dan sisanya di bagian lain Sudan. Sekitar 170 lainnya terluka dalam bentrokan itu.
Maskapai penerbangan Arab Saudi, Saudia ‘terkena kerusakan akibat tembakan’.
Warga setempat, Bakry (24) yang bekerja di bagian pemasaran, mengatakan penduduk Khartoum ‘belum pernah melihat yang seperti ini’. Asap hitam menyelimuti langit Sudan.
“Orang-orang ketakutan dan berlari pulang. Jalan-jalan kosong dengan sangat cepat,” kata Bakry.
Ledakan aksi kekerasan terjadi dalam minggu-minggu ini seiring dengan perselisihan antara pemimpin militer Abdel Fattah al-Burhan dan orang nomor dua, komandan RSF, Hamdan Daglo. Diketahui Daglo berencana mengintegrasikan tentara RSF ke dalam tentara reguler.
Pihak tentara Sudah mengklaim mereka telah melancarkan serangan udara dan “menghancurkan” dua pangkalan RSF di Khartoum.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dia “sangat prihatin” dan mendesak kedua belah pihak untuk “segera menghentikan kekerasan”.
Bertambah
Militer Sudan terus meluncurkan serangan udara di pangkalan pasukan paramiliter di dekat ibu kota Sudan sebagai bentuk penegasan kembali kendali atas negara pada Minggu, menyusul bentrokan yang dipicu upaya kudeta. Dalam insiden tersebut, korban tewas bertambah dari sebelumnya 27 orang jadi 56 orang. Puluhan pejuang dan sedikitnya 56 warga sipil tewas.
Dilansir Reuters, Minggu (16/4), seorang saksi mata mengatakan pada Sabtu malam tentara menyerang pangkalan milik paramiliter RSF di kota Omdurman yang berbatasan dengan Ibu Kota Khartoum.
Para analis menilai Militer dan RSF berkekuatan 100.000 orang, telah bersaing memperebutkan kekuasaan ketika faksi-faksi politik bernegosiasi untuk membentuk pemerintahan transisi setelah kudeta militer tahun 2021.
Lebih lanjut, pada dini hari di Minggu pagi, seorang saksi mata mendengar suara tembakan artileri berat melintasi Khartoum, Omdurman dan Bahri di dekatnya, dan juga terdengar suara tembakan di kota Laut Merah Port Sudan, di mana tidak ada laporan pertempuran sebelumnya.
Sementara itu Persatuan Dokter Sudan melaporkan sedikitnya 56 warga sipil tewas dan 595 orang, termasuk pejuang, terluka sejak pertempuran meletus pada Sabtu.
Selain itu, puluhan personel militer juga tewas, katanya tanpa memberikan jumlah spesifik karena kurangnya informasi langsung dari banyak rumah sakit tempat para korban itu dirawat.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dia ‘sangat prihatin’ dan mendesak kedua belah pihak untuk ‘segera menghentikan kekerasan’.
Tidak Ada
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
“Hingga saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban peristiwa dimaksud. Tercatat terdapat sekitar 1.209 WNI yang menetap di Sudan,” kata Dirjen PWNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha dalam keterangan tertulis, Minggu (16/4).
Judha mengatakan, peristiwa baku tembak yang terjadi pada Sabtu (15/4) tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat antara militer dan paramiliter RSF. Baku tembak terjadi pada sejumlah titik di kota Khartoum.
“Peristiwa ini diduga disebabkan adanya perbedaan pendapat antara militer dan RSF terkait proses reformasi sektor keamanan dan integrasi RSF ke dalam militer Sudan, sebagai bagian dari proses politik yang sedang berlangsung saat ini,” ungkapnya.
Judha memastikan, KBRI Khartoum-Sudan terus memantau situasi dan memberikan imbauan ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. WNI yang ada di lokasi konflik tersebut juga diminta menjauhi titik-titik rawan yang ada.
“KBRI juga terus mengintensifkan komunikasi dengan masyarakat Indonesia,” kata dia.
Adapun call center KBRI Sudan adalah +249 90 797 8701, dan +249 90 007 9060. PF. Protcons +249 90 010 5466.

 

Sumber: hariansib.com

Baca Juga

deras.co.id

Mantan Kadis Kesehatan Batubara Didakwa Rugikan Negara Rp 1,1 Miliar

DERAS.CO.ID – MEDAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batubara mendakwa mantan Kepala Dinas …