Sunday , June 14 2026
Beranda / Edukasi / Al-Ustadz Dr.Iwan Nasution M.HI menyampaikan Khutbah Jum’at

Al-Ustadz Dr.Iwan Nasution M.HI menyampaikan Khutbah Jum’at

Al-Ustadz Dr.Iwan Nasution M.HI saat menyampaikan Khutbah Jum’at (19/2-2016) di depan para jama’ah Masjid Shafiyyatul Amaliyyah,Jl.Setiabudi 191 Medan sangat antusias menyebutkan bagi setiap para hamba Allah yang berbondong-bondong membuktikan diri sebagai hamba yang taat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Beliau menyebutkan, jika kita merasa yakin menjadi orang yang bertaqwa, insya Allah hidup yang saat ini dijalani akan diberi kemuliaan. Inna akramakum ‘indallahi atqaakum, sesungguhnya yang paling mulia di hadapan Allah adalah orang yang paling bertaqwa, begitulah firman Allah dalam Al-Qur’an.
Ustadz Iwan selanjutnya mengatakan, alangkah banyaknya nikmat yang kita peroleh dari Allah selama ini, diantaranya berupa lisan (ucapan), mata (penglihatan), kaki (untuk melangkah) dan tangan (untuk berbuat).
Bagi para siswa yang hadir dan bersekolah/belajar disini patut berbahagia dan bersyukur atas kelebihan rezeki orang tua yang sangat baik, begitu pula para pembimbing atau guru yang mendidik merupakan guru yang baik pula. Oleh karenanya pantaslah kita memuji kebesaran Allah yang sama sekali tak pernah meminta balasan.
Rasulullah sendiri pun memberi contoh tanda syukur kepada kita umatnya. Suatu ketika sahabat beliau bertanya: “Ya Rasulullah engkau kulihat rajin sekali beribadah dan berzikir bahkan engkau pernah katakan setidak-tidaknya paling sedikit 100 kali memohon ampunan kepada Allah, padahal engkaukan sudah dijamin Allah masuk surga?. Lantas Rasul menjawab: “Apakah aku tak pantas jadi seorang hamba Allah yang senantiasa bersyukur?.”
Selanjutnya ustadz Dr.Iwan Nasution M.HI menyampaikan tiga kata-kata kunci syukur:
PERTAMA
Berbakti dan menuntut ilmu-lah dengan penuh keyakinan dan niat yang kuat. Mudah-mudahan ini akan dicatat sebagai amal baik dan mendapat pahala yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadits Qudsi dikatakan, “sungguh AKU menyertai syakwasangka hamba-Ku yang baik.” Dan setiap yang baik itu patut diberi apresiasi, kata Ustadz menambahkan.
KEDUA
Perbuatan ikhlas itu harus datang dari hati, jika terpaksa pasti tak akan memuaskan. Oleh karenanya dalam berbuat butuh motivasi dan rasa ikhlas karena Allah, bukan karena yang lain. Begitu juga bagi adik-adik yang bersekolah, jangan sekali-kali bosan atau pun sebaliknya ada perasaan gengsi jika tidak sekolah.
KETIGA
Tetaplah istiqomah dalam meningkatkan kualitas. Jadikan rutinitas belajar yang dijalani sehari-hari sebagai sebuah prestasi ibadah. Semoga saja kita termasuk hamba yang dimuliakan Allah.

 

Baca Juga

deras.co.id

Perkuat Soliditas Organisasi, DWP Sumut Gelar Malam Keakraban Bersama Penasihat Kahiyang Ayu

DERAS.CO.ID – DELISERDANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar kegiatan penguatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *