KOMPAS.com — Seribu tahun mendatang, kira-kira seperti apa rupa manusia? AsapSCIENCE mengungkapkan bahwa 1.000 tahun mendatang rupa manusia akan berubah. Dampak pemanasan global akan lebih terasa dan memengaruhi fisik manusia. Alhasil, diperkirakan 1.000 tahun mendatang manusia memiliki kulit lebih gelap daripada saat ini. Selanjutnya, tubuh manusia juga diperkirakan akan menjadi lebih …
Selengkapnya »Akibat Kabut Asap, Emisi Indonesia Kalahkan Amerika Serikat
KOMPAS.com – Akibat kabut asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan di ratusan kawasan, Indonesia mengeluarkan emisi karbon lebih banyak ketimbang Amerika Serikat. Padahal, AS selama ini menyandang predikat sebagai sumber gas rumah kaca terbesar kedua di dunia setelah Cina.Dalam laporan kajian organisasi lingkungan hidup, World Resources Insitute, emisi …
Selengkapnya »Terungkap, “Sunscreen” Merusak Terumbu Karang
KOMPAS.com — Sunscreen tabir surya yang melindungi kulit dari sengatan matahari dan risiko kanker ternyata meracuni terumbu karang. Itu kesimpulan John Fauth, penyelam, dan sejumlah peneliti dari University of Central Florida yang memublikasikan hasil risetnya di Archives of Environmental Contamination and Toxicology.Peneliti menemukan, senyawa oxybenzone yang menjadi bahan aktif penyaring ultraviolet …
Selengkapnya »Fosil Gigi Mengungkap Sejarah Penyebaran Manusia di Asia
KOMPAS.com — Penemuan 47 gigi manusia dari sebuah gua di selatan China mendorong penulisan ulang narasi penyebaran nenek moyang kita dari Afrika.Para ilmuwan yang menggali sebuah area di Daoxian mengatakan bahwa fosil tersebut milik manusia modern dan bertanggal fosil sekitar 80.000 tahun lalu.Penanggalan ini 20.000 tahun lebih awal daripada yang diduga …
Selengkapnya »Capung dan Kupu-kupu Mematahkan Mitos Karst Kendeng
KOMPAS.com – Penelitian di dua desa di kawasan Pegunungan Karst Kendeng Utara di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menemukan 32 jenis capung, 55 jenis kupu-kupu, dan 64 jenis burung. Identifikasi jenis satwa itu membuktikan keanekaragaman hayati di kawasan Kendeng masih baik.Aneka capung mengindikasikan jernihnya mata air dan aliran sungai di Kendeng. …
Selengkapnya »Ancaman Bioterorisme Nyata, Indonesia Harus Tingkatkan Kewaspadaan
KOMPAS.com — Ancaman bioterorisme nyata. Meskipun kasus bioterorisme masih jarang terjadi, Indonesia harus meningkatkan kesiapan dan kewaspadaan untuk menghadapinya.“Semua negara menghadapi ancaman yang sama tanpa terkecuali. Indonesia juga. Tidak ada hanya satu negara yang lebih terancam daripada yang lain,” ungkap Ronald M Atlas, ahli mikrobiologi, senjata biologi, dan bioterorisme dari University …
Selengkapnya »Kreativitas Berbasis Sains dan Rekayasa Mampu Menggerakkan Ekonomi
KOMPAS.com – Bisnis start-up dalam bidang sains dan rekayasa perlu dikembangkan. Pengembangan kreativitas sains dan rekayasa yang mampu menghasilkan uang seharusnya juga menjadi perhatian Badan Ekonomi Kreatif. “Kreativitas tidak bisa hanya berbasis kultur. Kreativitas yang sustain adalah yang berbasis teknologi,” kata Laksana Tri Handoko, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik, Lembaga Ilmu …
Selengkapnya »Misteri Panji di Candi Penataran
KOMPAS.com – Pagi yang cerah di Blitar, Jawa Timur, Senin (5/10/2015) lalu. Juru Pelihara Candi Penataran, Bondan Siswanto (52), hendak menjelaskan hal ihwal candi, tetapi tiba-tiba dia mengajak mengambil jalan pintas untuk mengunjungi relief candi yang menyimpan misteri. Misteri itu adalah kisah asmara dalam legenda Panji yang hingga kini, selama …
Selengkapnya »Menengok Habitat Maleo, Burung Asli Sulawesi yang Terancam Punah
KOMPAS.com — Maleo senkawor (Macrocephalon maleo) merupakan burung endemik Sulawesi. Oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN), Maleo dimasukkan dalam kategori terancam punah. Dulunya, maleo dapat ditemui hampir di seluruh wilayah Pulau Sulawesi. Namun, saat ini maleo hanya bisa ditemui di beberapa wilayah saja. Salah satu daerah yang …
Selengkapnya »Menyusuri Jejak Leluhur Manusia Indonesia
KOMPAS.com – Studi genetika menjadi ujung tombak untuk mengetahui asal-usul dan migrasi manusia, juga penanganan penyakit berdasarkan spesifikasi genetikanya. Namun, pengambilan sampel genetika, bukan hanya persoalan statistik. Para peneliti genetika selain menghadapi medan berat, juga harus menghadapi aneka karakter masyarakat.Setelah diminta mengunyah sirih pinang, para peneliti lembaga Biologi Molekuler Eijkman, …
Selengkapnya »
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!