Saturday , April 18 2026
Beranda / Saintek / Ilmuwan Temukan Tempat Terdingin di Bumi

Ilmuwan Temukan Tempat Terdingin di Bumi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Para ilmuwan baru-baru ini mencatat suhu terendah di Bumi di satu dataran tinggi es sepi nan jauh di Antartika Timur.

Suhu terdingin ini mengalahkan catatan yang dibuat pada 1983 dan sekaligus mengungkapkan teka teki baru mengenai benua tertutup es itu.

Ted Scambos, kepala ilmuwan pada Pusat Data Salju dan Es Nasional (NSIDC) dan timnya mendapati suhu antara minus 92 sampai minus 94 derajat Celsius pada sebuah petak sepanjang seribu km di bagian tertinggi Antartika Timur.

Pengukuran suhu ini dibuat antara 2003 dan 2013 oleh sensor Spektroradiometer Pencitraan Resolusi Moderat (MODIS) pada satelit Aqua milik NASA. Serta selama musim dingin Belahan Bumi Selatan oleh Landsat 8. Yaitu satelit baru yang diluncurkan awal tahun ini oleh NASA dan Badan Meteorologi AS (USGS).

“Saya tak pernah berada dalam kondisi dingin seperti itu dan saya harap saya tak pernah mengalaminya,” kata Scambos seperti dikutip science daily.com.

“Saya diberi tahu bahwa setiap tarikan nafas akan terasa menyakitkan dan Anda harus luar biasa hati-hati untuk jangan sampai membekukan bagian tenggorokan atau paru-paru saat menghirup udara.”

Ilmuwan: Alam Semesta Bisa Hancur Kapan Saja

Alam semesta (ilustrasi).

 

REPUBLIKA.CO.ID,DENMARK — Para ahli fisika di Denmark mengatakan alam semesta yang kita diami ternyata memiliki risiko lebih besar untuk hancur dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya. 

Namun, mereka tidak dapat memprediksi waktu yang tepat kapan hal itu akan terjadi. Bisa terjadi besok atau miliaran tahun dari sekarang.

Dalam laporan mereka di Journal of High Energy Physics, para ahli fisika dari University of Southern Denmark mengatakan perhitungan baru membawa mereka ke spekulasi bahwa akan ada perubahan tiba-tiba dan drastis dalam daya-daya di alam semesta suatu hari nanti yang akan membuat setiap atom menjadi sangat berat.

Semuanya, mulai dari butiran tanah sampai planet-planet di tata surya dan setiap galaksi yang ada di alam semesta, akan tiba-tiba menjadi miliaran kali lebih berat dibandingkan sekarang.

Teori Ledakan Kuat (Big Bang) mengatakan alam semesta berekspansi dari kondisi yang sangat padat dan panas dan terus berekspansi sekarang.

Teori tersebut menyatakan bahwa peningkatan berat yang tiba-tiba akan memaksa semua materi dalam alam semesta terkompresi menjadi “bola kecil yang sangat berat dan panas” yang akan menyebabkan akhir alam semesta – kondisi yang disebut transisi fase.

“Banyak teori dan perhitungan yang memprediksi fase tersebut, namun ada ketidakpastian dalam perhitungan-perhitungan tersebut,” ujar Jens Frederik Colding Krog dari University of Southern Denmark, salah satu peneliti tersebut.

“Sekarang kami telah membuat kalkulasi-kalkulasi yang lebih presisi, dan kami melihat dua hal. Pertama, alam semesta kemungkinan akan hancur, dan kehancuran itu memiliki kemungkinan lebih besar dibandingkan yang diprediksi perhitungan-perhitungan sebelumnya.”

Ia mengatakan fase tersebut dapat dimulai di titik manapun di alam semesta dan kemudian menyebar ke seluruh semesta.

“Mungkin kehancuran itu sudah dimulai di suatu titik dan saat ini sedang menyebar. Atau mungkin hal ini akan dimulai jauh dari sini dalam semiliar tahun. Kami tidak tahu.”

Syarat terjadinya fase tersebut, menurut para ilmuwan, adalah bahwa alam semesta mengandung semua partikel fundamental yang diketahui, termasuk Higgs boson.

Namun jika alam semesta juga mengandung partikel-partikel yang belum ditemukan, seluruh ide untuk memprediksi perubahan tersebut hilang.  “Jika itu terjadi kehancuran dapat dibatalkan,” ujar Krog.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

deras.co.id

SD Shafiyyatul Amaliyyah Raih 2 Medali Perunggu di Malaysia Technology Expo 2026

DERAS.CO.ID – Siswa-siswi SD Shafiyyatul Amaliyyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih 2 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *