
POJOKSATU.id, MEDAN- Membentuk generasi emas perlu dimulai dengan melakukan langkah kecil, yakni membuat tujuan baru. Karena itu, Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) akan melihat apa yang sudah dan belum dicapai sehingga dapat menjadi perbaikan ke depan.
Hal ini disampaikan Sekretaris YPSA,Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psi, saat Peringatan Hari Ulang Tahun ke XVIII YPSA akhir pekan lalu di Adighara Convention Hall Medan.
POJOKSATU.id, MEDAN- Membentuk generasi emas perlu dimulai dengan melakukan langkah kecil, yakni membuat tujuan baru. Karena itu, Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) akan melihat apa yang sudah dan belum dicapai sehingga dapat menjadi perbaikan ke depan.
Hal ini disampaikan Sekretaris YPSA,Rizki Fadilah Raz, M.Psi.Psi, saat Peringatan Hari Ulang Tahun ke XVIII YPSA akhir pekan lalu di Adighara Convention Hall Medan.
“Makna ulang tahun ini menjadi momen tepat melihat apa tujuan yang belum tercapai di tahun lalu. Seluruh kendala dan permasalahan akan diperbaiki. Maka, tujuan-tujuan itu kami susun dengan langkah kecil yang terkoordinir,” ucapnya.
Hal tersebut dilakukan agar membentuk generasi emas di masa yang akan datang. “Pembentukan anak generasi emas tidak hanya berada di tangan kami saja. Sebab, kami butuh tangan semuanya. Karena itu, pikiran, doa, dan ide-ide semua sangat kami harapkan,” katanya.
Senada dengannya, Kapolres Langkat AKBP Dwi Asmoro yang turut hadir saat itu mengatakan perkembangan anak-anaknya cukup baik.
“Saya melihat, sejak di sini (red: YPSA), anak ini memiliki banyak perubahan. Saat diajak akhir pekan ke luar, anak saya justru ingin melakukan kegiatan agama di sekolahnya. Dan itu bukan terpaksa, keinginannya sendiri. Artinya, dia melakukan hal yang bermanfaat yang diajarkan di sekolah tanpa ada paksaan,” ucapnya.
Pada tahun ini, YPSA turut menganugerahi tokoh peduli pendidikan di Sumatera Utara, di antaranya alim ulama yakni Munif Chatib, Ustadz Samin Pane.
Tokoh pers H. Sofyan dan Abdul Haerah HR, tokoh perempuan Hj. Vesti Eko Hadi Sutedjo, tokoh pemerintahan Raden Muhammad Syafei, tokoh TNI/Polri AKBP Dwi Asmoro, serta tokoh sahabat yakni Konsul AS untuk Sumatera Y. Robert Ewing. (sdf)
DERAS.CO.ID Anda Berhak Tahu!