Saturday , April 18 2026
Beranda / Saintek / Lautan Luas Ditemukan di Bawah Es Bulan Saturnus

Lautan Luas Ditemukan di Bawah Es Bulan Saturnus

SHAFIYYATUL.COM, Florida – Para ilmuwan menemukan sebuah lautan luas di bawah permukaan es Enceladus, bulan kecil yang mengitari Saturnus. Lautan tersebut diyakini diapit oleh lapisan permukaan es dan inti bebatuan.

Peneliti Italia dan Amerika Serikat menemukannya dengan bantuan Cassini, pesawat ruang angkasa milik NASA-Eropa yang hingga kini masih menjajaki Saturnus dan cincin-cincinnya hingga 2017 setelah diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, AS, pada 2000. Temuan mereka diumumkan pada Kamis, 3 April 2014, dan dimuat di jurnal Science. Jika benar, ini menjadi temuan terbaru atas samudra di angkasa luar. Samudra ini berada di kutub selatan Enceladus.

Meski begitu, menurut peneliti utama, Luciano Iess, dari Sapienza University di Roma, data tersebut tidak menunjukkan apakah lautan luas tersebut mencapai kutub utara. Paling tidak, menurut dia, perairan itu adalah wilayah laut di kedalaman 25 mil di bawah permukaan es. Di bumi, luas lautan itu setara dengan rentangan dari Kutub Selatan hingga Selandia Baru.

Peralatan dasar Cassini juga tidak dapat menentukan bisa-tidaknya laut di bulan Saturnus ini cocok bagi segala bentuk kehidupan. Untuk mengetahui dan meneliti secara detail hal tersebut, diperlukan misi lain menggunakan instrumen yang lebih canggih untuk penelitian. “Kendati demikian, temuan terbaru ini membuat  Enceladus sebagai tempat yang sangat menarik untuk mencari kehidupan,” kata ilmuwan Cornell University, Jonathan Lunine, yang mengambil bagian dalam studi ini.

Pada 2005, Cassini mendeteksi segumpal awan dari celah-celah di daerah kutub selatan Enceladus. Para ilmuwan menduganya berasal dari uap air asin dan es yang mengandung beberapa molekul organik ringan seperti metana, yang mungkin berasal dari laut bawah permukaan.

Titan adalah bulan terbesar milik planet Saturnus. Kondisi bulan itu mirip bumi dalam versi bola kaca dengan siklus musim dan atmosfer yang unik. Dalam Konferensi Ilmu Pengetahuan Planet dan Satelit ke-45 di Texas, Amerika Serikat, para peneliti menyatakan telah menemukan adanya tanda gerakan gelombang di lautan Titan.

Permukaan Titan dibentuk oleh terpaan angin dan hujan yang menghasilkan bentuk sungai, saluran dalam, bukit pasir, garis pantai dan lautan. Alih-alih diisi oleh tumpukan batu atau pasir seperti di bumi, area pegunungan dan perbukitan di Titan terbuat dari es. Sementara hidrokarbon cair mengisi relung-relung bulan tersebut.

Lautan Titan terisi oleh hidrokarbon seperti metan dan etan. Hidrokarbon itu tetap dalam kondisi cair di permukaan Titan yang suhunya sekitar -180 derajat Celcius. Sinyal keberadaan gelombang lautan di Titan dideteksi di area Punga Mare. “Kami berhasil menemukan gelombang pertama di luar bumi,” kata pakar planet Jason Barnes dari Universitas Idaho. Konferensi yang diikuti Barnes dibuka pada 17 Maret lalu dan berlangsung selama sepekan.

Sebagian besar danau dan laut di Titan berada di wilayah kutub utara. Satu area lautan yang disebut Ligeia Mare diperkirakan mengandung 9.000 kilometer kubik metan cair. Jumlah ini setara dengan 40 kali lipat kandungan minyak dan gas yang ada di bumi. Wahana luar angkasa Cassini yang mengorbit di Titan sepanjang 2012 dan 2013 menangkap pantulan cahaya matahari dari permukaan hidrokarbon cair mirip seperti yang terjadi di lautan bumi.

“Apa yang kami lihat tampaknya serupa seperti gelombang di beberapa lokasi di Punga Mare dengan kemiringan sekitar enam derajat,” kata Barnes. Dengan asumsi yang dilihatnya adalah ombak, maka diperlukan angin dengan kecepatan 0,75 meter per detik untuk membuat gelombang di lokasi seperti itu. “Ketinggian riaknya mungkin hanya sekitar dua sentimeter,” kata Barnes.

Namun kondisi cuaca di Titan tampaknya akan menguat. Hal itu memberikan para peneliti kesempatan besar mencari data untuk memahami kondisi Titan. “Sepertinya angin akan bertiup semakin kencang dan gelombang mulai meninggi,” kata Ralph Lorenz dari Johns Hopkins Applied Physics Laboratory di Maryland,

Lorenz mengatakan jika angin bertiup cukup kencang maka cairan di Titan bisa semakin tinggi dan menyebabkan gelombang badai. Dia berharap bisa melihat kenaikan muka air laut setinggi satu meter yang bisa mempengaruhi garis pantai dan terpantau dari orbit. “Gelombang atau ombak setinggi satu meter sangat mungkin terjadi di Titan. Apakah kita bisa melihatnya melalui Cassini, itu masalah yang lain,” katanya. Simak.

Selain TitanEnceladus merupakan bulan di tata surya yang punya laut di bawah permukaan. Bulan raksasa Jupiter, Callisto dan Ganymede, juga diyakini memiliki waduk tersembunyi mirip dengan Enceladus.

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

deras.co.id

SD Shafiyyatul Amaliyyah Raih 2 Medali Perunggu di Malaysia Technology Expo 2026

DERAS.CO.ID – Siswa-siswi SD Shafiyyatul Amaliyyah kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional dengan meraih 2 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *